5 Fakta Indonesia Buka Pintu Kedatangan Internasional, Simak Persyaratannya

Mohammad Adrianto S, Okezone · Rabu 13 Oktober 2021 20:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 337 2485714 5-fakta-indonesia-buka-pintu-kedatangan-internasional-simak-persyaratannya-CH41mqPVVw.jpg Pintu kedatangan internasional kembali dibuka. (Foto: Ilustrasi/Okezone)

JAKARTA - Pintu kedatangan internasional dibuka secara bertahap, demikian pernyataan dari Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito pada Selasa 12 Oktober 2021. 

Beberapa fakta mengenai pembukaan pintu internasional yang sudah dirangkum sebagai berikut:

1. Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Pembukaan pintu internasional secara bertahap tidak lepas sebagai langkah untuk pemulihan ekonomi masyarakat.

“Satgas menegaskan bahwa pembukaan kembali pintu kedatangan internasional akan dilakukan secara bertahap sebagai salah satu langkah pemulihan ekonomi masyarakat,” kata Wiku dalam konferensi pers secara daring.

2. Persyaratan Masuk

Lebih lanjut, Wiku mengungkapkan apa saja syarat-syarat untuk bisa masuk ke wilayah Indonesia.

"Di antaranya, bukti vaksinasi dosis penuh, kepemilikan asuransi kesehatan dan bukti pemesanan akomodasi karantina yang menjamin orang yang masuk ialah orang yang benar-benar sehat," ucap Wiku dikutip dari rilis KPCPEN pada Rabu (13/10/21).

Pembukaan yang dilakukan secara bertahap tersebut, kata Wiku, sebagai antisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 baru. Bagi pelaku perjalanan diwajibkan untuk menaati semua peraturan yang berlaku.

Baca juga: PPKM Dilonggarkan, Jumlah Penumpang Bandara Soetta Naik Drastis

“Apabila ada peserta perjalanan yang tidak memenuhi syarat atau tidak memenuhi aturan akan ditolak untuk masuk Indonesia, dan diminta pulang ke negaranya,” tegasnya.

3. Menunggu Surat Edaran Satgas

Khusus terkait karantina pelaku perjalanan internasional akan diawasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan dan juga Satgas Covid-19 daerah setempat. Adanya penerapan durasi karantina menjadi lima hari, didasarkan dari persyaratan administratif ketat.

Sementara untuk kedatangan internasional, pemerintah akan mengizinkan pelaku perjalanan dari 18 negara dengan penetapan syarat asal kedatangan.

Rincian daftar negara nantinya akan diatur dalam pembaruan Surat Edaran Satgas yang akan dirilis segera. "Mohon menunggu informasi selanjutnya," imbuh Wiku.

4. Kriteria 18 Negara yang Diizinkan Masuk

Terdapat sejumlah kriteria bagi 18 negara yang diizinkan masuk berasal dari pedoman asesmen oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO, yaitu melihat laju penularan dan kapasitas sistem kesehatan di sebuah negara.

Negara-negara tersebut ialah negara yang berada pada level 1 dan 2, dengan rincian negara level 1 dengan risiko rendah yaitu negara dengan jumlah kasus konfirmasi kurang dari 20 per 100 ribu penduduk, dengan positivity rate Kurang dari 5%. Lalu, negara level 2 atau disebut risiko sedang adalah negara dengan jumlah kasus konfirmasi antara 20 sampai dengan 50 per 100 ribu penduduk dengan positivity rate kurang dari 5%.

5. Petugas Diminta Bertindak Tegas

Wiku juga menyatakan dengan tegas bahwa Satgas Covid-19 juga meminta para petugas pemegang wewenang untuk melaksanakan jalannya kebijakan tersebut. Petugas yang ditemukan melakukan pelanggaran disiplin akan dikenakan sanksi tegas.

“Penting diingat bahwa meskipun saat ini kita tengah berupaya melakukan pemulihan ekonomi, keamanan dan kesehatan masyarakat Indonesia harus tetap menjadi prioritas utama," tutur Wiku. (qlh)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini