Ambil Alih Freeport hingga Blok Rokan, Jokowi: Ini untuk Kepentingan Nasional!

Dita Angga R, Sindonews · Rabu 13 Oktober 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 337 2485628 ambil-alih-freeport-hingga-blok-rokan-jokowi-ini-untuk-kepentingan-nasional-nTfzOdfN8g.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan peningkatan nilai tambah di berbagai komoditas Tanah Air dilakukan untuk kepentingan nasional dan masyarakat. Inilah yang menjadi alasan dari akuisisi beberapa perusahaan energi yang dikelola asing seperti Freeport dan Blok Rokan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lemhannas RI, di Istana Negara, Rabu (13/10/2021).

“Nilai tambah yang maksimal untuk kepentingan nasional untuk kepentingan dalam negeri kita, untuk rakyat kita. Itulah mengapa kepemilikan beberapa perusahaan asing kita ambil alih,” katanya.

Jokowi mengatakan perusahaan yang diambil alih yakni Freeport, Blok Mahakam, dan Blok Rokan. Di mana untuk Blok Mahakam dan Blok Rokan pengelolaannya diserahkan kepada PT Pertamina.

Baca juga: Maju Terus meski Digugat WTO, Presiden Jokowi: Kita Harus Berani Tidak Ekspor Bahan Mentah

“Freeport misalnya yg sudah 54 tahun dikelola oleh Freeport McMoRan dua tahun yang lalu mayoritas telah kita ambil sahamnya. Sehingga dari 9% menjadi mayoritas 51%. Kemudian juga Blok Mahakam yg sudah 43 tahun dikelola oleh Total dr Prancis. Diambil alih kemudian kita berikan kepada Pertamina 100%. Yang terakhir Blok Rokan yg sudah dikelola 97 tahun oleh Chevron juga sudah 100% kita berikan kepada Pertamina,” paparnya.

Baca juga: Bangun Green Industrial Park, Jokowi: Banyak yang Antre Pesan Kawasan Ini

Meski begitu, Jokowi mengakui bahwa persoalan keberhasilan pengelolaannya memang masih menjadi pertanyaan.

“Sekarang tinggal kita melihat, kita bs tidak melanjutkan meningkatkan produksi dari yang sudah kita ambil alih ini. Inilah yg masih menjadi pertanyaan. Tetapi kita lihat nanti setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun akan kita lihat mampukah kita,” pungkasnya.

Baca juga: Tidak Ingin Kehilangan Kesempatan Lagi, Presiden Jokowi Tak Mau Nasib Nikel seperti Minyak

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini