Bangun Green Industrial Park, Jokowi: Banyak yang Antre Pesan Kawasan Ini

Dita Angga R, Sindonews · Rabu 13 Oktober 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 337 2485617 bangun-green-industrial-park-jokowi-banyak-yang-antre-pesan-kawasan-ini-ZgD2OPpeYs.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa Green Industrial Park atau Kawasan Industri Hijau akan mulai dibangun bulan depan. Dia mengatakan bahwa kawasan ini akan di bangun di Provinsi Kalimantan Utara.

“Kita nanti bulan depan kita juga mulai membangun Green Industrial Park. Dengan produk keluarannya adalah produk hijau, energinya adalah energi hijau. Semuanya EBT (energi baru terbarukan), hasil produknya dari kawasan industri itu adalah produk hijau,” katanya saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lemhannas RI, di Istana Negara, (Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, potensi ekonomi hijau di masa depan sangatlah besar. Pasalnya dalam waktu 10 tahun mendatang akan ada banyak negara yang sudah tak mau lagi menggunakan batubara.

“Karena semua nanti ke depan, 10 tahun lagi, yang namanya Uni Eropa, Amerika akan mulai mereka membeli barang yang itu dihasilkan industri yang menggunakan misalnya batubara udah enggak mau lagi. Semua mengarahnya ke sana. Sehingga kita harus mendahului. Ini nanti adalah yang pertama di dunia,” tuturnya.

Baca juga: Jokowi Tak Ingin Mahasiswa Jadi Ekstremis hingga Pecandu Narkoba di Luar Kampus

Kepala Negara mengatakan bahwa luas Green Industrial Park mencapai 20 ribu hektare. Meski belum mulai dibangun, Jokowi menyebut sudah banyak yang mengantre untuk memesan kawasan tersebut.

Baca juga: Presiden Jokowi Tak Ingin Mahasiswa Dipagari Program Studi

“Kita mau memiliki 20 ribu hektare Green Industrial Park yang energinya ditarik dari Sungai Kayan. Dan yang memesan kawasan ini sudah banyak ngantre karena mereka tahu ini energinya yang dipakai adalah energi hijau,” pungkasnya.

(fkh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini