Penangan Perkara di KPK Berlapis, Belum Ada yang Dikondisikan Robin Pattuju

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 13 Oktober 2021 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 337 2485587 penangan-perkara-di-kpk-berlapis-belum-ada-yang-dikondisikan-robin-pattuju-GbuNGz5BiW.jpg Oknum Penyidik KPK/ Antara

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa perkara yang diurus oleh mantan penyidiknya AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP) hingga saat ini masih berproses pada penanganan dan belum ada perkara yang dihentikan.

 (Baca juga: Herbert Nababan, Mantan Penyidik KPK yang Kini Jualan Online dan Ternak Kambing)

"Fakta lain yang masyarakat perlu ketahui bahwa seluruh perkara yang diklaim dapat "diurus" SRP, sampai saat ini masih berproses penanganannya, tidak ada penghentian penanganan sebagaimana dijanjikan SRP kepada pihak-pihak tertentu dimaksud," ujar Pelaksana tugas (Plt) Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (13/10/2021).

 (Baca juga: Muncul Istilah Tim 'Taliban' di Sidang Suap Penyidik KPK)

Dia menambahkan, bahwa terkait penanganan perkara di KPK sangat berlapis dan ketat. Serta melibatkan banyak personil dari berbagai tim lintas satgas maupun unit, baik penyelidikan, penyidikan, maupun penuntutan.

"Sistem tersebut membuat orang per orang tidak memungkinkan bisa mengatur sebuah perkara," jelasnya.

Oleh karena itu, dalam satu tim saja sangat mustahil dapat mengkondisikan perkara agar tidak berlanjut, terlebih sampai pada tingkat direktorat, kedeputian, bahkan sampai pimpinan.

"Karena kontrol perkara dipastikan juga secara berjenjang dari satgas, direktorat, kemudian kedeputian penindakan sampai dengan 5 pimpinan secara kolektif kolegial," sebut Ali.

KPK pun tak bosan meminta masyarakat untuk terus waspada dan hati-hati. Penipuan dan pemerasan dengan modus untuk mengurus perkara di KPK marak terjadi.

"Bagi masyarakat yang menjadi korban pemerasan oknum pegawai KPK atau pihak lain yang mengaku sebagai pegawai KPK, segera laporkan kepada kami atau aparat penegak hukum lainnya," pungkasnya.

Dalam kasus kasus dugaan suap penanganan perkara di Pemkot Tanjungbalai, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni penyidik KPK Nonaktif AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP), Walikota Tanjung Balai periode 2016-2021 M Syahrial (MS), dan seorang pengacara bernama Maskur Husain (MH).

Untuk Robin persidangannya masih berlangsung hingga saat ini. Sedangkan Syahrial, Majelis Hakim tindak pidana korupsi pada pengadilan negeri Medan telah menjatuhkan hukuman kurungan penjara selama 2 tahun dan denda Rp 100 juta.

Syarial terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi yakni menyuap penyidik KPK asal Polri, Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp1,69 miliar. Uang suap tersebut sengaja diberikan M Syahrial agar Stepanus Robin dapat berupaya menghentikan penyelidikan kasus jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini