Satgas Covid-19 Jelaskan Alasan Anak di Bawah 12 Tahun Dilarang Bepergian

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 13 Oktober 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 337 2485547 satgas-covid-19-jelaskan-alasan-anak-di-bawah-12-tahun-dilarang-bepergian-aWPO82TJJ9.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Kasus Covid-19 terus menurun dan sejumlah aktivitas sudah mulai dilonggarkan, namun anak usia di bawah 12 tahun masih belum diperbolehkan untuk bepergian ke luar kota dengan menggunakan pesawat, kereta api, hingga dilarang masuk ke bioskop.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny B. Harmadi mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi terkait sejumlah sektor yang akan dilonggarkan.

“Ya, kita kan terus mengevaluasi ya yang dipimpin oleh Pak Luhut (Menko Marinvest) untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada, termasuk juga kemungkinan untuk memberlakukan memperbolehkan anak di bawah usia 12 tahun melaksanakan perjalanan. Tapi sehingga saat ini masih berlaku ketetapan yang lama,” ujarnya dalam dialog secara virtual, Rabu (13/10/2021).

Sonny pun menjelaskan bahwa saat ini masih dalam suasana masa pandemi Covid-19, sehingga pembukaan aktivitas juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Baca juga: Kabar Baik, Luhut Ungkap Kasus Covid-19 Nasional Turun 98,4%

“Tapi yang paling penting itu begini loh semua harus paham bahwa kita ini masih dalam masa pandemi. Pak Luhut juga sering kali menyampaikan bahwa pembukaan aktivitas dilakukan secara bertahap," ujarnya.

“Bapak Presiden juga mengingatkan agar dilakukan pembukaan aktivitas secara bertahap dan sangat berhati-hati,” imbuh Sonny.

Baca juga: Negara ASEAN Alami Lonjakan Kasus Makin Parah, Satgas Covid-19: Waspada!

Dia menambahkan bahwa pihaknya telah menerapkan tambahan protokol kesehatan digital dengan aplikasi Pedulilindungi. “Itu salah satu bentuk kita ingin memastikan bahwa orang yang berada di ruang publik adalah orang-orang yang sehat dan punya risiko yang lebih rendah,” jelasnya.

Menurut dia, saat ini anak-anak masih berisiko tinggi tertular Covid-19, sama halnya seperti orang dewasa.

“Kita juga juga sudah mendengarkan kan data dari IDAI ya Ikatan Dokter Anak Indonesia, bahwa 1 dari 8 pasien Covid-19 di Indonesia adalah anak-anak. Jadi memang ini menjadi perhatian kita semua,” paparnya.

Sehingga, pemerintah harus memilih dan memilah siapa saja yang boleh melakukan aktivitas di luar rumah. “Jadi bukan hanya sekedar melarang orang tidak boleh ini, tidak boleh itu. Tetapi kalau harus melaksanakan tadi dengan cara yang aman atau dengan risiko penularan Covid yang rendah itu bagaimana caranya," kata dia.

"Ini yang terus kami bisa tingkatkan. Misalkan saja nanti kalau anak bisa melakukan perjalanan, apakah mereka nanti tercatat datanya di All Record orang tuanya atau bagaimana, ini kan masih dalam pembahasan juga,” tuturnya.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Konsisten Turun selama 11 Minggu Terakhir

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini