Pintu Masuk Internasional Dibuka, Satgas Covid-19: Orang Datang Harus Sehat!

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 13 Oktober 2021 07:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 337 2485441 pintu-masuk-internasional-dibuka-satgas-covid-19-orang-datang-harus-sehat-ihoGfdlj2t.jpg Wiku Adisasmito (Foto : BNPB)

JAKARTA - Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan orang yang masuk ke Indonesia harus benar-benar dalam kondisi sehat dalam artian tidak terpapar virus corona.

Hal itu dikatakan Wiku terkait dengan akan dibukanya kembali pintu kedatangan internasional pada 14 Oktober 2021 mendatang. Kebijakan ini diambil untuk memulihkan ekonomi nasional.

Wiku memastikan pembukaan pintu kedatangan internasional akan dilakukan dengan hati-hati. Terkait pembukaan sektor wisata di beberapa titik, pemerintah akan melakukan simulasi.

Wiku menuturkan, para pelaku perjalanan internasional yang akan masuk Indonesia dilakukan skrining secara ketat dan penuh kehati-hatian. Adanya penerapan durasi karantina menjadi lima hari, didasarkan dari persyaratan administratif ketat.

"Di antaranya, bukti vaksinasi dosis penuh, kepemilikan asuransi kesehatan dan bukti pemesanan akomodasi karantina yang menjamin orang yang masuk ialah orang yang benar-benar sehat," ucap Wiku dikutip dari rilis KPCPEN pada Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Satgas Sebut Klaster PON XX Muncul karena Interaksi di Kamar dan Makan Bersama

Khusus terkait karantina pelaku perjalanan internasional akan diawasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan dan juga Satgas COVID-19 daerah setempat. Untuk kedatangan internasional, Pemerintah akan mengizinkan pelaku perjalanan dari 18 negara dengan penetapan syarat asal kedatangan.

Baca juga: 83 Orang Positif Covid di PON Papua, Satgas Sebut Pencegahan Berhasil

Rincian daftar negara nantinya akan diatur dalam pembaruan Surat Edaran Satgas yang akan dirilis segera. "Mohon menunggu informasi selanjutnya," imbuh Wiku.

Adapun kriteria 18 negara yang diizinkan masuk tersebut didapatkan dari pedoman asesmen oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Yaitu dengan melihat laju penularan dan kapasitas sistem kesehatan di sebuah negara. Negara-negara tersebut ialah negara yang berada pada level 1 dan 2.

Rinciannya, negara level 1 dengan risiko rendah yaitu negara dengan jumlah kasus konfirmasi kurang dari 20 per 100 ribu penduduk, dengan positivity rate Kurang dari 5%. Lalu, negara level 2 atau disebut risiko sedang adalah negara dengan jumlah kasus konfirmasi antara 20 sampai dengan 50 per 100 ribu penduduk dengan positivity rate kurang dari 5%.

Baca juga: Satgas Covid-19: Pintu Kedatangan Internasional Dibuka Bertahap

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini