Polri Dalami Penyebar Hasil Visum 3 Anak yang Diduga Dicabuli di Luwu Timur

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 13 Oktober 2021 05:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 337 2485408 polri-dalami-penyebar-hasil-visum-3-anak-yang-diduga-dicabuli-di-luwu-timur-tLGaqnjYgF.jpg Foto: Illustrasi freepick

JAKARTA - Polri menyatakan bakal mendalami penyebar informasi hasil visum, dan identitas tiga anak korban dugaan pencabulan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pasalnya, informasi itu telah menyebarluas di media sosial (medsos) hingga viral.

"Akan kami dalami ya, kami dalami," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Baca juga:  Bareskrim Terima Laporan jika Alat Kelamin 3 Anak di Luwu Timur Alami Peradangan

Dalam gambar yang dilihat di twitter, netizen ramai mempermasalahkan apakah hasil visum dan identitas tiga korban yang notabene anak di bawah umur, boleh disebarluaskan atau tidak.

Pada gambar tersebut, hasil visum menuliskan tidak adanya kelainan pada kelamin dan dubur ketiga anak tersebut. Di slide selanjutnya, gambar dengan secara jelas memampang nama dari ketiga anak yang menjadi korban itu.

Baca juga:  Kasus 3 Anak di Luwu Timur, Polri Ungkap Laporannya Bukan Pemerkosaan Tapi Pencabulan

Polisi belum berkomentar panjang mengenai hal ini. Soal apa yang didalami juga tidak ketahui prosesnya.

Rusdi menambahkan, tim asistensi Bareskrim Polri dan Divisi Propam Polri telah dikerahkan untuk mengawal proses perkara yang ramai diperbincangkan oleh masyarakat.

"Tim telah turun sejak tanggal 10 kemarin. Ada tim dari Bareskrim Polri, kemudian ada juga tim dari Divisi plPropam, dan tim dari Polda Sulsel," ujar Rusdi.

Sekadar mengingatkan, peristiwa dugaan pencabulan tersebut dilakukan oleh seorang ayah terhadap tiga anak kandungnya. Tak hanya itu, perbuatan keji itu diduga juga dilakukan bersama dua orang temannya.

Ibu kandung ketiga korban itupun menggandeng sejumlah pihak untuk meminta bantuan ketika mengetahui anaknya mendapatkan perlakuan tak pantas. Hingga akhirnya dilakukan pelaporan ke polisi.

Terbaru, belakangan ini penghentian kasus penyidikan tersebut oleh polisi viral di media sosial (medsos). Ibu dan korban meminta pertolongan agar mendapatkan keadilan dari kejadian yang menimpanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini