Bareskrim Terima Laporan jika Alat Kelamin 3 Anak di Luwu Timur Alami Peradangan

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 13 Oktober 2021 04:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 337 2485401 bareskrim-terima-laporan-jika-alat-kelamin-3-anak-di-luwu-timur-alami-peradangan-jdQaJjKLYZ.jpeg Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rusdi (foto: istimewa)

JAKARTA - Tim asistensi Bareskrim Polri menemukan fakta baru bahwa adanya laporan yang menyebutkan bahwa kelamin dan dubur dari tiga anak di Luwu Timur, Sulsel yang diduga mendapatkan perlakuan cabul, mengalami peradangan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan, tim asistensi menerima laporan bahwa pada tanggal 31 Oktober 2019, pelapor RS, melakukan pemeriksaan terhadap tiga anak itu di Rumah Sakit (RS) Vale Sorowako.

"Tim melakukan interview pada tanggal 11 Oktober 2021, dan didapati keterangan bahwa terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur. Sehingga, ketika dilihat ada peradangan pada vagina dan dubur, diberikan antibiotik dan parasetamol obat nyeri," kata Rusdi di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021).

Baca juga:  Kasus 3 Anak di Luwu Timur, Polri Ungkap Laporannya Bukan Pemerkosaan Tapi Pencabulan

Rusdi juga menyebut, untuk mendalami informasi tersebut, pihaknya meminta keterangan pada Dokter Imelda yang melakukan pemeriksaan pada tiga anak tersebut saat itu.

Dalam proses itu, kata Rusdi, tim dan orang tua korban mendapatkan saran dari dokter untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter kandungan.

Baca juga:  DPR Minta Kasus Pemerkosaan Anak di Luwu Timur Diusut Tuntas

"Kemudian juga, hasil interview disarankan kepada orang tua korban dan juga ke tim supervisi, agar dilakukan pemeriksaan lanjutan pada dokter spesialis kandungan. Ini masukan dari dokter Imelda untuk dapat memastikan perkara tersebut," ucap Rusdi.

Akhirnya, menurut Rusdi, tim dan ibu korban sepakat untuk melakukan pemeriksaan di tanggal 12 Oktober 2021. Namun, dihari yang sama, ibu korban membatalkan hal tersebut dengan alasan takut anaknya mengalami trauma.

"Disepakati oleh ibu korban bahwa pemeriksaan tersebut akan dilakulan di RS Vale Sorowako. Sekali lagi, rumah sakit ini merupakan pilihan dari ibu korban. Tetapi pada tanggal 12 Oktober 2021, sekarang ini, kesepakatan dibatalkan oleh ibu korban dan juga pengacaranya dengan alasan anak takut trauma," ujar Rusdi.

Sekadar mengingatkan, peristiwa dugaan pencabulan tersebut dilakukan oleh seorang ayah terhadap tiga anak kandungnya. Tak hanya itu, perbuatan keji itu diduga juga dilakukan bersama dua orang temannya.

Ibu kandung ketiga korban itupun menggandeng sejumlah pihak untuk meminta bantuan ketika mengetahui anaknya mendapatkan perlakuan tak pantas. Hingga akhirnya dilakukan pelaporan ke polisi.

Terbaru, belakangan ini penghentian kasus penyidikan tersebut oleh polisi viral di media sosial (medsos). Ibu dan korban meminta pertolongan agar mendapatkan keadilan dari kejadian yang menimpanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini