Takut Trauma, 3 Anak Korban Pemerkosaan di Luwu Timur Batal Diperiksa

Riezky Maulana, iNews · Rabu 13 Oktober 2021 00:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 337 2485393 takut-trauma-3-anak-korban-pemerkosaan-di-luwu-timur-batal-diperiksa-qZbDFXf0Gn.jpeg Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rusdi (foto: istimewa)

JAKARTA - Polri menyebut tiga orang anak yang diduga diperkosa oleh ayah kandungnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) batal menjalani pemeriksaan di dokter kandungan pada hari ini, Selasa (12/10/2021). Sebab, sang ibu sendiri yang memilih untuk membatalkan rencana tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, adapun rencana awalnya ketiga anak itu akan diperiksa di RS Vale Sorowako bersama dokter spesialis kandung bernama Imelda. RS Vale Sorowako, kata Rusdi, merupakan tempat pilihan sendiri dari sang ibu.

"Disepakati oleh ibu korban bahwa pemeriksaan akan dilakukan di RS Vale Sorowako, sekali lagi, RS ini merupakan pilihan dari ibu korban. Tetapi pada tanggal 12 Oktober 2021, sekarang ini, kesepakatan tersebut dibatalkan" ucap Rusdi saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/10/2021) malam.

Baca juga: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual 3 Anak di Luwu Timur Tetap Ditangani Polda Sulsel

Rusdi membeberkan alasan sang ibu membatalkan pemeriksaan tersebut. Menurut dia, tiga orang anaknya kini dalam kondisi ketakutan dan mengalami trauma.

"Dibatalkan oleh ibu korban dan juga pengacaranya dengan alasan anak takut trauma," jelasnya.

 Baca juga: DPR Minta Kasus Pemerkosaan Anak di Luwu Timur Diusut Tuntas

Rusdi menuturkan, pemeriksaan ke dokter kandungan ketiga anak tersebut guna membuktikan adanya dugaan pemerkosaan. Dalam pemeriksaan pada 31 Oktober 2019, diketahui ditemukan adanya peradangan di bagian dubur dan vagina dari ketiga anak tersebut.

"Tim melakukan interview dokter Imelda pada tanggal 11 Oktober 2021, didapati keterangan bahwa terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur. Sehingga, ketika dilihat ada peradangan pada vagina dan dubur, diberikan antibiotik dan parasetamol obat pereda nyeri," paparnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini