5 Fakta Siklon Tropis Kompasu Tewaskan 9 Orang di Filipina, Berefek ke Indonesia?

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 12 Oktober 2021 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 337 2485227 5-fakta-siklon-tropis-kompasu-tewaskan-9-orang-di-filipina-berefek-ke-indonesia-8aQHzLss1w.jpg Dampak siklon tropis kompasu di Filipina. (Foto: Reuters)

MANILA - Siklon Tropis Kompasu menyebabkan hujan deras kembali melanda Filipina. BMKG memprediksi Siklon Tropis Kompasu akan memberi dampak signifikan bagi cuaca Indonesia.

Okezone telah merangkum beberapa fakta mengenai Siklon Tropis Kompasu sebagai berikut:

1. Tewaskan 9 Orang

Siklon Tropis Kompasu menyebabkan bencana banjir dan longsor karena dipicu oleh hujan lebat. Menurut badan penanggulangan setempat, setidaknya 9 orang tewas dan 11 lainnya hilang dalam peristiwa yang berlangsung Senin (11/10/2021) malam. 

Kompasu, dengan kecepatan angin maksimal mencapai 100 kilometer per jam, menyerap sisa-sisa siklon sebelumnya. Ini menyebabkan sekitar 1.600 orang dievakuasi dari lokasi.

2. Siklus Tahunan Filipina

Siklon Tropis Kompasu merupakan badai ke-13 yang dialami oleh Filipina sepanjang tahun 2021. Negara kepulauan dengan lebih ini kerap diterjang badai atau topan yang menyebabkan hujan deras yang memicu longsor mematikan tiap tahunnya.

Badan cuaca negara memprediksi Siklon Tropis Kompasu akan meninggalkan wilayah di negara itu pada Selasa. 

3. Bergerak Menuju Indonesia

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan Siklon Tropis Kompasu terpantau berada di Laut Filipina sebelah timur laut Filipina, tepatnya di 18.7° LU, 124.5° BT (sekitar 1710 km sebelah utara Tahuna), dan bergerak ke arah barat barat laut dengan kecepatan 20 km/jam.

“Diprediksi intensitas Siklon Tropis Kompasu persisten 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat,” tulis keterangan BMKG yang diterima, Senin (11/10/2021).

4. Berdampak ke Indonesia?

BMKG juga memprediksi Siklon Tropis Kompasu memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam (sejak Senin) terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia.

Dampak yang dimaksud berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Selain itu, terdapat juga potensi angin kencang di provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kep. Natuna dan Kep. Sangihe Talaud.

Siklon Tropis Kompasu juga diprediksi akan menyebabkan gelombang laut dengan ketinggian 1.25 - 2.5 meter di Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian barat dan tengah, Perairan Kep. Sangihe dan Kep. Talaud, Perairan timur Kep. Sitaro, Perairan Bitung - Likupang, Laut Maluku bagian utara, Perairan utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua, serta gelombang laut dengan ketinggian 2.5 - 4.0 meter di Samudra Pasifik utara Halmahera.

5. Pernah Ada Siklon Tropis Lain

Sebelumnya, BMKG juga melaporkan adanya 2 siklon tropis yang terpantau di belahan bumi utara, yaitu Siklon Tropis Lionrock dan Siklon Tropis Kompasu pada Jumat (08/10/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini