Angka Kematian Covid-19 di Tanah Air Naik Turun Antara 2-3%, Begini Penjelasannya

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 12 Oktober 2021 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 337 2485136 angka-kematian-covid-19-di-tanah-air-naik-turun-antara-2-3-begini-penjelasannya-d7kbFPVGhQ.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dr. Lia G. Partakusuma meminta agar tetap waspada terhadap angka kematian akibat Covid-19. Pasalnya, angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air naik turun antara 2% dan 3%.

“Kami juga tetap memantau angka kematian. Dan angka kematian kita ini naik turun, antara 2%, 3% ya. Kemarin juga kami lihat di bulan Oktober kok jadi 3,38%. Padahal di bulan Juli kita cuma 2,66%,” papar Lia dalam dialog secara virtual, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga: Wapres: Negara Wajib Menjaga Rakyatnya dari Penularan Covid-19

Meskipun, kata Lia, dari segi angka kasus Covid-19 mengalami penurunan namun tetap harus waspada. “Jadi artinya walaupun kita dari segi angka, bahwa dari segi angka kelihatan penurunan tapi kami juga tetap di rumah sakit itu punya kewaspadaan yang tinggi,” katanya.

Lia mengatakan saat ini rumah sakit-rumah sakit juga telah membuka pelayanannya sehingga rumah sakit harus ekstra agar pasien non Covid-19 yang datang tidak terpapar virus. “Apalagi sekarang kami sudah mulai membuka ya, di akhir September dan Oktober membuka pelayanan pasien-pasien non Covid.”

“Artinya pasien-pasien yang tentu sudah cukup lama ya menunggu kapan dia harus ke rumah sakit ya. Tadinya takut, sekarang mereka sudah mulai datang ke rumah sakit. Artinya tugas berat Rumah Sakit adalah bagaimana memilah agar pasien non Covid ini aman ada di rumah sakit. Jadi kita sekarang mempunyai dua alur yang berbeda mana yang pasien non Covid, mana alur yang pasien Covid. Jadi tetap ada 1, 2 pasien Covid itu masih dirawat,” kata Lia.

Lia juga mengatakan bahwa pihaknya terus memastikan skrining ketat siapa saja yang bisa masuk ke rumah sakit. “Jadi kita mempunyai satu ketentuan yang sangat ketat untuk skrining ini, siapa siapa yang bisa masuk rumah sakit, bagaimana mereka juga harus melakukan pemeriksaan. Kami juga masih belum membebaskan untuk pasien-pasien ditunggu dengan bebas. Kalaupun menunggu tentu harus ada pemeriksaan dan sebagainya.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini