Bareskrim Segera Sita Aset dan Panggil CEO PT Jouska

Riezky Maulana, iNews · Selasa 12 Oktober 2021 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 337 2484977 bareskrim-segera-sita-aset-dan-panggil-ceo-pt-jouska-GFBKC75hFX.jpg Bareskrim Polri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri bakal menyita aset-aset milik CEO PT Jouska Finansial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Aakar ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Insyaallah (dilakukan penyitaan). Semoga dilancarkan semua," kata Kasubdit V IKNB Dittipideksus Bareskrim Kombes Pol Ma'mun ketika dihubungi, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga:  CEO PT Jouska Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan hingga TPPU

Adapun sebelumnya, kata Ma'mun, polisi telah menyita beberapa dokumen hingga benda lain yang diduga terkait dengan kasus yang menjerat pria lulusan Universitas Ma Chung, Malang Jawa Timur ini. "Harusnya sudah ada yang disita. Entah itu dokumen maupun benda lain berkaitan dengan pidananya," bebernya.

Ma'mun memastikan pihaknya bakal dengan segera memanggil Aakar. Menurut dia, meski tak mendetailkan waktunya, Aakar akan dipanggil polisi dalam waktu dekat. 

"Kita panggil segera," ungkapnya.

Baca Juga:  Ngaku Berpangkat AKBP, Polisi Gadungan Diciduk saat Bersama 4 Wanita

Terpisah, Wadirtipideksus Bareskrim Kombes Pol Whisnu Hermawan mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan terhadap Aakar. "Dia belum ditahan," tutur Whisnu.

Penetapan Aakar sebagai tersangka tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan nomor B/75/X/RES.1.11/2021.Dittipideksus. Surat itu ditujukan kepada Rinto Wardana pada 4 Oktober lalu.

Selain Aakar, Bareskrim juga menetapkan Tias Nugraha Putra sebagai tersangka. Penetapan tersangka terhadap keduanya dilakukan usai dilakukan gelar perkara pada 7 September lalu.

Surat tersebut pun ditandatangani oleh Kasubdit V Dittipideksus Bareskrim atas nama Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Pol Helmy Santika.

Adapun detil pasal yang disangkakan yakni Pasal 103 Ayat (1) juncto Pasal 30 dan/atau Pasal 103 Ayat (1) juncto. Pasal 34 dan/atau Pasal 104 juncto. Pasal 90 dan/atau Pasal 104 juncto. Pasal 91 UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Tak hanya itu, Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini