Usut Kasus Suap, KPK Panggil 3 Eks Anggota DPRD Muara Enim

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 12 Oktober 2021 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 337 2484967 usut-kasus-suap-kpk-panggil-3-eks-anggota-dprd-muara-enim-8nsVja1ZF8.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga mantan anggota DPRD Kabupaten Muara Enim. Ketiga mantan legislator Muara Enim tersebut yakni, Eksa Hariawan, Hendly, serta Tjik Melan.

Mereka bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Muara Enim.

"Hari ini, pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR dan pengesahan APBD Kabupaten Muara Enim tahun 2019 untuk tersangka ARK (Ahmad Reo Kusuma) dkk," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (12/10/2021).

"Pemeriksaan dilakukan di Kejaksaan Tinggi Sumsel, Jalan Gub H. Bastari, 8 Ulu, Sebrang Ulu I, Palembang," imbuhnya.

Baca Juga:  Mantan Direktur Keuangan PT Jasindo Didakwa Rugikan Negara Rp7,58 Miliar

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan 10 anggota DPRD Kabupaten Muara Enim sebagai tersangka. Sebanyak 10 legislator dijerat kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Muara Enim.

Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan atas perkara korupsi sebelumnya yang menjerat mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani; Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB; Plt Kadis PUPR, Ramlan Suryadi, serta sejumlah pihak lainnya yang telah dinyatakan bersalah.

Adapun, sebanyak 10 anggota DPRD Muara Enim yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni, Indra Gani BS; Ishak Joharsah; Ari Yoca Setiadi; Ahmad Reo Kusuma; Marsito; Mardiansyah; Muhardi; Fitrianzah; Subahan; dan Piardi.

Baca Juga:  Bupati Nonaktif Muara Enim Juarsah Dituntut 5 Tahun Penjara

Para anggota DPRD tersebut diduga menerima suap dengan nilai bervariasi mulai dari Rp50 juta hingga Rp500 juta dari pihak swasta, Robi Okta Fahlefi. Suap itu diberikan agar proyek-proyek yang digarap Robi dengan cara menyuap Ahmad Yani, Juarsah dan pihak lainnya tidak diganggu oleh anggota dewan.

Uang-uang tersebut, diduga digunakan oleh para tersangka untuk kepentingan mengikuti pemilihan anggota DPRD Kabupaten Muara Enim saat itu.

Atas dugaan tindak pidana tersebut, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini