Pemerintah Sebut Akan Ada Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 12 Oktober 2021 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 337 2484843 pemerintah-sebut-akan-ada-penerbangan-langsung-indonesia-arab-saudi-wQ5UosM2yv.jpg Foto: istimewa

JAKARTA - Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Eko Hartono menyebutkan bahwa akan ada penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi. Sehingga ketika melakukan umrah tidak perlu melalui negara ketiga.

Hal ini kemungkinan bisa direalisasikan jika kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi terkait teknis pelaksanaan ibadah umrah bisa tercapai.

“Nantinya waktu sudah ada kesepakatan dan kita sudah benar-benar siap kirim, Insya Allah akan dibuka kembali flight langsung,” katanya saat dihubungi, Selasa (12/10/2021).

Baca juga:  Pemerintah Indonesia-Arab Saudi Masih Bahas Soal Aturan Karantina Umrah

Perlu diketahui hal teknis yang dibahas salah satunya terkait dengan keharusan karantina selama lima hari jika belum memenuhi syarat vaksin yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

“Untuk karantina itu bagi yang tidak penuhi syarat kesehatan. Seperti belum booster padahal vaksinnya Sinovac atau baru sekali vaksin dan sebagainya. Lalu karantina lima hari dilakukan di hotel yang ditunjuk,” ujarnya.

Baca juga:  Umrah Dibuka, Kemenag Minta Travel Persiapkan Keberangkatan Calon Jamaah

Seperti diketahui sebagian besar masyarakat Indonesia divaksin dengan sinovac yang mana belum masuk dalam daftar merk vaksin yang disetujui Pemerintah Arab Saudi. Eko berharap agar jemaah Indonesia tidak perlu karantina tapi ada beberapa hal yang harus dilakukan jika umroh tanpa karantina.

“Kita berharap tidak ada yang dikarantina karena akan kurangi waktu ibadah,” ujarnya.

“Makanya diusahakan jamaah penuhi syarat vaksin dua kali (sinovac) plus booster. Atau dapat vaksin dua kali dengan menggunakan yang disetujui Saudi sejak lama yaitu Pfizer, Moderna, Johnsons dan Astrazeneca dengan demikian langsung bisa umroh tanpa, karantina,” paparnya.

Namun begitu, dia mengatakan bahwa untuk pemenuhan syarat tanpa umrah tanpa karantina juga tidak mudah. Misalnya saja terkait vaksin booster yang mana tidaklah mudah karena masyarakat Indonesia belum semua tervaksinasi.

Di sisi lain bisa saja menambah waktu umroh agar dapat melakukan karantina terlebih dahulu. Terkait hal itu, Eko mengatakan bahwa hal tersebut ranah privat karena menyangkut biaya.

“Ini kan ranah privat. Tergantung masing-masing karena terkait biaya,” katanya.

Eko mengatakan bahwa saat ini tengah dibahas bersama Pemerintah Arab Saudi terkait jalan keluar terbaiknya.

“Makanya lagi dibahas dengan Saudi gimana jalan keluarnya ini,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini