Dicecar Penyidik KPK Soal Bekingan, Ini kata Azis Syamsuddin

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 11 Oktober 2021 21:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 337 2484763 dicecar-penyidik-kpk-soal-bekingan-ini-kata-azis-syamsuddin-EblCjTvP5e.jpg Azis Syamsuddin saat ditahan di KPK (foto: dok MNC Portal)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (AZ) mengenai adanya 'bekingan' pada lembaga antikorupsi itu.

Hal tersebut dicecar saat Azis diperiksa perdana sebagai tersangka pada hari ini Senin (11/10). Azis telah ditetapkan sebagai tersangka suap terkait penanganan perkara korupsi yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

"Dikonfirmasi mengenai dugaan adanya 'orang dalam' KPK yang membantu tersangka," ujar Pelaksana tugas (Plt) Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (11/10/2021).

Baca juga:  Azis Syamsuddin Memilih Bungkam Usai Diperiksa KPK

Saat dicecar mengenai bekingan tersebut, Azis pun berdalih hanya mengenal mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP).

"Tersangka AZ menerangkan dihadapan penyidik bahwa tidak ada pihak lain di KPK yang dapat membantu kepentingannya selain SRP," jelas Ali.

Baca juga:  Dicecar soal 8 Bekingan di KPK, Reaksi Azis Syamsuddin Mengejutkan

Munculnya bekingan Azis diketahui saat sidang lanjutan lanjutan untuk terdakwa mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju, Senin (4/10/2021). Dalam sidang tersebut Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan Sekretaris Daerah (Sekda) nonaktif Tanjungbalai, Yusmada sebagai saksi.

Delapan orang bekingan Azis terungkap setelah tim jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yusmada. Sebanyak delapan orang yang diduga bekingan Azis Syamsuddin tersebut, disebut bertugas unyuk mengamankan perkara serta Operasi Tangkap Tangan (OTT). Demikian hal itu terungkap

Diketahui, BAP yang dibacakan jaksa tersebut merupakan percakapan antara Yusmada dengan Wali Kota non-aktif Tanjungbalai, M Syahrial. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Tanjungbalai.

Perlu diketahui, KPK telah menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka suap terkait penanganan perkara korupsi yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

Politikus Golkar itu diduga memberi suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) dan seorang kuasa hukum Maskur Husain (MH) sebesar Rp 3,1 miliar.

Pemberian itu dimaksudkan agar Robin dan Maskur dapat mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK di Lampung Tengah.

Setelah itu Maskur diduga meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp300 juta kepada Azis. Azis pun mentransfer Rp 200 juta secara bertahap melalui rekening pribadinya.

Sekitar bulan Agustus 2020, Robin juga diduga datang menemui Azis di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang secara bertahap yang diberikan oleh Azis, yaitu USD 100.000, SGD 17.600 dan SGD 140.500.

Uang-uang itu kemudian ditukarkan oleh Robin dan Maskur ke money changer untuk menjadi mata uang rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain. Terungkap bahwa Azis baru menyerahkan Rp 3,1 miliar kepada Robin dan Maskur dari total kesepakatan Rp 4 miliar sebelumnya.

Atas perbuatannya tersebut, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini