Muncul Istilah Tim 'Taliban' di Sidang Suap Penyidik KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 11 Oktober 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 337 2484622 muncul-istilah-tim-taliban-di-sidang-suap-penyidik-kpk-TgLfSv5tcf.jpg Sidang kasus suap. (Foto: Arie Dwi)

JAKARTA - Mantan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial bersaksi dalam sidang lanjutan dugaan suap pengurusan perkara yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Syahrial bersaksi untuk terdakwa mantan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju secara virtual dari Medan.

Dalam persidangan, muncul istilah tim ‘taliban' dari keterangan Syahrial. Awalnya, jaksa mengonfirmasi pengetahuan Syahrial soal penyidik KPK yang menangani penyelidikan kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Tanjungbalai. Di mana, kasus jual beli jabatan di Tanjungbalai itu menyeret Syahrial.

Syahrial mengklaim tidak mengetahui siapa saja penyidik yang menangani perkara jual beli jabatan di Tanjungbalai. Ia mengaku hanya mendapatkan informasi dari Stepanus Robin Pattuju bahwa kasus yang menjeratnya ditangani oleh tim ‘taliban'.

"Pernah disampaikan inisial penyidik kasus saksi? Atau istilah penyidik pernah disampaikan oleh terdakwa (Stepanus Robin)?," Tanya jaksa KPK kepada Syahrial di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Mantan Direktur Keuangan PT Jasindo Didakwa Rugikan Negara Rp7,58 Miliar

"Di kasus saya saat itu disebutkan (oleh terdakwa Stepanus Robin) taliban pak, 'taliban ini'," jawab Syahrial kepada jaksa.

Mendengar jawaban Syahrial, jaksa kembali memperjelas yang dimaksud tim 'taliban'. Kata Syahrial, Stepanus Robin kesulitan untuk mengurus kasusnya karena ditangani oleh tim 'taliban'.

"Yang tangani tim taliban? Diterangkan enggak sama terdakwa siapa penyidiknya?," tanya jaksa.

"Dibilangnya taliban lah, sulit ini masuknya," timpal Syahrial.

"Penyidiknya taliban?" ucap jaksa kembali bertanya kepada Syahrial.

"Iya orang-orang taliban," jawab Syahrial.

Jaksa mengonfirmasi pengetahuan Syahrial soal siapa yang dimaksud Stepanus Robin Pattuju terkait taliban di KPK. Syahrial mengaku tidak mengetahui siapa yang dimaksud taliban tersebut.

"Pemahaman saksi orang taliban siapa?" tanya jaksa.

"Saya namanya enggak tahu pak," jawab Syahrial.

"Jadi hanya disampaikan ini yang tangani tim taliban?" ujar jaksa kembali bertanya.

"Iya, taliban," pungkasnya.

Dalam perkara ini, Stepanus Robin Pattuju didakwa telah menerima suap sebesar Rp11.025.077.000 dan 36.000 dolar AS atau setara Rp513 juta dari berbagai pihak. Jika ditotal, Stepanus Robin menerima suap Rp11,5 miliar. Ia didakwa menerima suap bersama-sama dengan rekannya seorang pengacara, Maskur Husain.

Adapun, uang sebesar Rp11,5 miliar tersebut berasal dari Wali Kota non-aktif Tanjungbalai, M Syahrial sebesar Rp1,69 miliar. Kemudian, sejumlah Rp3 miliar dan 36.000 dolar AS berasal dari Wakil Ketua DPR RI asal Golkar, Azis Syamsuddin dan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Aliza Gunado.

Lantas, Stepanus Robin juga disebut menerima Rp507 juta dari mantan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan senilai Rp5,1 miliar dari bekas Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Stepanus juga disebut menerima uang dari Direktur PT Tenjo Jaya, Usman Effendi, sebesar Rp525 juta.

Atas perbuatannya, Stepanus Robin dan Maskur Husain disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini