Catat Jadwalnya! Berikut 5 Fakta Hari Tanpa Bayangan di Pulau Jawa

Tentya Noerani Dewi Richyadie, · Senin 11 Oktober 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 337 2484577 catat-jadwalnya-berikut-5-fakta-hari-tanpa-bayangan-di-pulau-jawa-SvfKNqrr5W.jpeg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pernahkah kamu mendengar hari tanpa bayangan? Fenomena ini terjadi saat matahari tepat berada di atas kepala kita. Maka, tidak ada bayangan yang terbentuk dari benda saat hari tanpa bayangan tiba. Fenomena hari tanpa bayangan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia khususnya Pulau Jawa.

Berikut sejumlah fakta terkait fenomena yang berlangsung dari 6 September 2021 hingga 21 Oktober 2021:

1. Matahari Berada di Posisi Paling Tinggi

Fenomena hari tanpa bayangan terjadi ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi langit atau dalam segi astronomi disebut kulminasi. Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, maka disebut sebagai Kulminasi Utama. Hal ini mengakibatkan sebuah benda tegak tidak akan terlihat bayangannya, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

2. Gerak Semu Tahunan Matahari

Peristiwa hari tanpa bayangan erat kaitannya dengan gerak semu tahunan matahari. Gerak semu tahunan matahari adalah pergerakan semu matahari yang seolah bergerak dari selatan ke utara dan kembali ke selatan yang terjadi setiap tahun.

Peristiwa ini terjadi karena bumi mengelilingi matahari dengan poros yang miring sehingga yang condong ke matahari terkadang kutub utara ataupun kutub selatan Bumi.

3. Sebabkan Perubahan Iklim

Fenomena hari tanpa bayangan menyebabkan perubahan iklim di bumi. Matahari tidak terbit dan terbenam di posisi yang sama sepanjang tahun. Saat posisi matahari berada di utara, maka bumi bagian selatan akan mengalami musim dingin, begitu juga sebaliknya.

4. Dua Kali Setahun

Lokas geografis Indonesia terbentang dari 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan dan dibelah oleh garis khatulistiwa. Dengan demikian, matahari akan berada di atas Indonesia dua kali setahun, yang pertama terjadi pada akhir Februari hingga awal April 2021, sedangkan yang kedua terjadi antara tanggal 6 September hingga 21 Oktober 2021.

5. Terjadi di Wilayah di Antara Dua Garis

Fenomena hari tanpa bayangan matahari selalu terjadi dua kali setahun di kota atau wilayah yang terletak di antara dua garis, yakni Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat Lintang Selatan). Bagi wilayah di garis khatulistiwa, peristiwa ini sering dikaitkan dengan kenaikan suhu maksimal di Indonesia yang mencapai 32 hingga 36 derajat Celcius.

Di Pulau Jawa sendiri fenomena hari tanpa bayangan terjadi di sejumlah wilayah di antaranya :

1. Serang; 8 Oktober, pukul 11.42 WIB

2. Jakarta; 9 Oktober, pukul 11.39 WIB

3. Bogor; 10 Oktober, pukul 11.39 WIB

4. Bandung; 11 Oktober, pukul 11.36 WIB

5. Semarang; 11 Oktober, pukul 11.25 WIB

6. Surabaya; 11 Oktober, pukul 11.15 WIB

7. Sumenep; 11 Oktober, pukul 11.11 WIB

8. Surakarta; 12 Oktober, pukul 11.23 WIB

9. Pangandaran; 13 Oktober, pukul 11.31 WIB

10. Yogyakarta; 13 Oktober, pukul 11.24 WIB

11. Banyuwangi; 14 Oktober, pukul 11.08 WIB

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini