Humor Gus Dur: NU Lama dan NU Baru

Mohammad Adrianto S, Okezone · Senin 11 Oktober 2021 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 10 337 2484094 humor-gus-dur-nu-lama-dan-nu-baru-GqWT9mmONR.jpg Gus Dur (Foto: Ist)

JAKARTA – Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal mampu melontarkan guyonan terhadap siapa pun, kapan pun dan di mana pun. Salah satu target candaan Gus Dur waktu itu adalah Presiden Soeharto.

Dari buku Mati Tertawa Bareng Gus Dur, dia sempat mendapat undangan buka puasa bersama dari Soeharto. Dalam kesempatan itu, tentu Gus Dur tidak akan melewatkan peluang untuk berguyon.

Suatu hari, di bulan Ramadhan, Gus Dur bersama seorang kiai lain (Kiai Asrowi) pernah diundang ke kediaman Presiden Soeharto untuk buka bersama.

Baca Juga: Humor Gus Dur: Fidel Castro Tertawa Terpingkal-pingkal

Setelah buka, kemudian Sholat Maghrib berjamaah. Setelah minum kopi, teh dan makan, terjadilah dialog antara Soeharto dan Gus Dur.

“Gus Dur sampai malam di sini?”

“Engga Pak! Saya harus segera pergi ke tempat lain.”

“Oh, iya ya ya silaken. Tapi kiainya kan ditinggal di sini ya?”

“Oh, iya Pak, tapi harus ada penjelasan.”

“Penjelasan apa?”

“Salat Tarawihnya nanti itu ngikutin NU lama atau NU baru?”

Soeharto jadi bingung, baru kali ini dia mendengar ada NU lama dan NU baru. Kemudian dia bertanya. “Lho NU lama dan NU baru apa bedanya?”

“Kalau NU lama, Tarawih dan Witirnya itu 23 rakaat,” kata Gus Dur.

“Oh, iya iya ya ya ga apa-apa.” Gus Dur sementara diam.

“Lha kalau NU baru?” tanya Soeharto.

“Diskon 60 persen. Sholat Tarawih dan Witirnya cuma tinggal 11 rakaat.” Semua tamu buka puasa langsung tertawa.

Baca Juga:  Humor Gus Dur: 3 Polisi Jujur di Indonesia

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini