Laporan Penganiayaan M Kece Oleh Irjen Napoleon Masih Berjalan

Indra Purnomo, MNC Portal · Minggu 10 Oktober 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 10 337 2484073 laporan-penganiayaan-m-kece-oleh-irjen-napoleon-masih-berjalan-PXssVir8ix.jpg kasus penganiayaan m kece masih berjalan/ ist

JAKARTA - Laporan M Kece soal dugaan penganiayaan yang dilakukan Irjen Pol Napoleon Bonaparte di rumah tahanan (Rutan) Bareskrim masih ditangani oleh penyidik Bareskrim.

(Baca juga: Selain Irjen Napoleon, Bareskrim Tetapkan Empat Tersangka Penganiayaan M Kece)

"Yang jelas kasusnya tetap berlanjut. Tidak ada pencabutan laporan tersebut. Kasusnya masih ditangani oleh penyidik dan terus dilakukan penyidikan untuk kasus tersebut," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (10/10/2021).

"Saya katakan sekali lagi, kasus tersebut masih ditangani oleh penyidik untuk dituntaskan penyidikannya," tutup Rusdi.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Napoleon, Ahmad Yani mengklaim bahwa M Kece telah mencabut laporannya pada 3 September lalu. Oleh sebab itu, ia mengatakan bahwa seharusnya kliennya tak lagi menjadi tersangka.

(Baca juga: Surat Pencabutan Laporan Penganiayaan Kece Dibuat Atas Perintah Napoleon Bonaparte)

Yani mendorong agar penyidik mengedepankan mekanisme restorative justice untuk menangani perkara itu. Hal itu lantaran M Kece telah meminta maaf dan menuliskan surat damai.

"Ini sudah memenuhi semua apa yang dimaksud surat edaran (Kapolri restoratif justice]," ujar Yani dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis 7 Oktober 2021.

Bareskrim Polri resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus itu. Mereka adalah, Irjen Napoleon Bonaparte, tahanan kasus uang palsu berinisial DH, lalu narapidana kasus Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berinisial DW.

Lalu, narapidana kasus penipuan dan penggelapan berinisial H alias C alias RT dan narapidana kasus perlindungan konsumen berinisial HP.

Mereka dipersangkakan melanggar Pasal 170 Juncto 351 KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan. Merujuk Pasal 170, tersangka diancam pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

(fmi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini