Surat Pencabutan Laporan Penganiayaan Kece Dibuat Atas Perintah Napoleon Bonaparte

Jonathan Nalom, MNC Media · Sabtu 09 Oktober 2021 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 09 337 2483859 surat-pencabutan-laporan-penganiayaan-kece-dibuat-atas-perintah-napoleon-bonaparte-TAsDMKe5EO.jpg Napoleon Bonaparte (foto: Sindo)

JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi angkat suara soal adanya isu pencabutan laporan yang dilakukan tersangka kasus dugaan UU ITE dan penodaan agama Muhammad Kosman alias M Kece, atas surat laporan yang menjadikan Irjen Napoleon jadi tersangka kasus dugaan penganiayaan. Andi mengatakan surat tersebut bukanlah ditulis sendiri oleh Kece.

"Itu bukan dibuat oleh korban MK (Kece), tapi oleh salah satu tersangka atas perintah NB (Napoleon Bonaparte)," kata Andi Rian ketika dikonfirmasi, Sabtu (9/10/2021).

Baca juga:  Propam Akan Sidang Tiga Polisi Terkait Penganiayaan M Kece

Brigjen Andi mengatakan, bahwa Kece tidak pernah mencabut laporannya. Saat itu, tambah Andi, dirinya hanya dipaksa untuk menandatangani surat tersebut.

"Bukan persoalan sah atau tidak sah. Korban tidak pernah mencabut laporannya. Korban disuruh tanda tangan," tuturnya.

Baca juga:  Polisi Akan Periksa Napoleon Bonaparte sebagai Tersangka Penganiayaan Kece

Sebelumnya kabar pencabutan laporan juga disangkal oleh Andi pada Jumat (08/10/2021). Saat itu Andi mengatakan dirinya hanya menerima permintaan maaf dari Kece kepada Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

"Tidak ada permintaan pencabutan (laporan) dari MK. Yang ada adalah surat permintaan maaf KC kepada NB," ujar Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (08/10/2021).

Andi menerangkan, terkait surat permohonan maaf yang dibuat M Kece itu dalam konteks agar Napoleon Bonaparte tak memberikan perlakuan penganiayaan lagi terhadapnya. Atau dengan kata lain, Kece takut dianiaya lagi oleh Napoleon.

"Konteksnya (Kece membuat surat) karena takut dianiaya lagi oleh NB," ucap Andi.

Untuk diketahui, Kuasa Hukum Napoleon, Ahmad Yani mengklaim bahwa M Kece telah mencabut laporannya pada 3 September lalu. Oleh sebab itu, ia mengatakan bahwa seharusnya kliennya tak lagi menjadi tersangka.

Yani mendorong agar penyidik mengedepankan mekanisme restorative justice untuk menangani perkara itu. Hal itu lantaran M Kece telah meminta maaf dan menuliskan surat damai.

"Ini sudah memenuhi semua apa yang dimaksud surat edaran (Kapolri restoratif justice]," ujar Yani dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis 7 Oktober 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini