Share

Komite Khusus Kerajaan Saudi Arabia Akan Karantina Jamaah Umrah Selama 5 Hari

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Sabtu 09 Oktober 2021 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 09 337 2483804 komite-khusus-kerajaan-saudi-arabia-akan-karantina-jamaah-umrah-selama-5-hari-pwcHpxsmBv.jpg Ibadah haji dan umrah (foto: Reuters)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyampaikan, komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia sedang mengkaji persoalan ini guna meminimalisir segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jamaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah umrah.

“Dengan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia yang semakin baik, maka Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada tanggal 8 Oktober 2021. Di dalam nota diplomatik menyebutkan mempertimbangkan untuk menetapkan masa periode karantina selama 5 hari bagi para jamaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan,” kata Retno dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/10/2021).

Baca juga:  Breaking News, Arab Saudi Kembali Membuka Umrah untuk Jamaah Indonesia

Retno mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti pembahasan secara lebih detail mengenai teknis pelaksaannya, dan akan terus berupaya melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan serta dengan otoritas terkait di Kerajaan Saudi Arabia mengenai pelaksanaan kebijakan Pemerintah Saudi Arabia yang baru ini.

“Saya sendiri telah melakukan koordinasi dan komunikasi baik dengan Pak Menteri Kesehatan maupun dengan Pak Menteri Agama. Sebagaimana teman-teman ketahui bahwa pertemuan saya terakhir dengan Menteri Luar Negeri Saudi Arabia terjadi di sela-sela pelaksanaan Sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York,” ujarnya.

Baca juga:  Jamaah Indonesia Bisa Umrah, Menlu Retno: Arab Saudi Sedang Meminimalisir Hambatan

Retno menyatakan, Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umroh bagi jamaah umrah Indonesia.

Retno menjelaskan, di dalam nota diplomatik tersebut disebutkan bahwa kedua pihak dalam tahap akhir pembahasan mengenai pertukaran link teknis dengan Indonesia yang menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jamaah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini