Pemerintah Kejar Target Nol Persen Kemiskinan Ekstrem di 2024

Antara, · Jum'at 08 Oktober 2021 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 337 2483511 pemerintah-kejar-target-nol-persen-kemiskinan-ekstrem-di-2024-iMcmKVTqrK.jpg Kemiskinan (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menekankan bahwa penuntasan kemiskinan ekstrem harus menjadi kerja bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pihak swasta. Sehingga bisa mengejar target nol persen kemiskinan ekstrem di 2024.

"Kami terus meningkatkan komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mengejar target Presiden Joko Widodo nol persen kemiskinan ekstrem di tahun 2024," kata Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga:  Tangani Kemiskinan Ekstrem di Jateng, Wapres Perintahkan Perbaikan Data

Halim mengemukakan hal tersebut di sela Rapat Koordinasi (Rakor) Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Kamis 7 Oktober.

Gus Halim, sapaan akrabnya, mengatakan untuk 2021 pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah difokuskan di Kabupaten Banyumas, Brebes, Pemalang, Banjarnegara, dan Kebumen.

Dia optimistis penuntasan kemiskinan ekstrem di lima daerah tersebut bisa tuntas akhir tahun ini. "Saya telah mengunjungi kelima wilayah tersebut. Saat ini berbagai program pengentasan kemiskinan bakal segera diluncurkan sesuai 'profiling' warga yang membutuhkan berdasarkan data SDGs Desa yang kami miliki," ujarnya.

Baca Juga:  2 Bocah Perempuan Tinggal di Pos Ronda Bersama Ayahnya

Dia mengungkapkan, data SDGs Desa ini sangat penting untuk memastikan bahwa program pengentasan kemiskinan tepat sasaran serta sesuai dengan "profiling" warga desa yang membutuhkan. 

Hingga 6 Oktober 2021, sebanyak 44.520 desa atau setara 59 persen yang telah menuntaskan proses pendataan berbasis SDGs Desa. Rukun tetangga yang telah terdata sebanyak 485.280, dengan 30.901.327 kepala keluarga, 92.172.656 jiwa atau 76 persen dari total warga desa.

"Data dikumpulkan oleh 1.575.944 relawan pendataan desa dengan penggunaan dana desa untuk pemutakhiran data SDGs Desa Rp1.572.553.390.689,00 atau setara Rp23 juta per desa," ujarnya.

Diharapkan para kepala daerah segera menuntaskan proses pengumpulan data SDGs Desa di wilayah masing-masing. Menurutnya langkah ini cukup fundamental untuk menuntaskan nol persen kemiskinan ekstrem di 2024.

"Kami meyakini pemuktakhiran data desa berbasis SDGs Desa bisa menjadi pijakan dasar untuk penentuan konsolidasi program dalam rangka penuntasan kemiskinan ekstrem termasuk di seluruh Indonesia," katanya.

Rakor Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Jawa Tengah dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Di mana, Ma’ruf Amin mengatakan, penuntasan kemiskinan ekstrem merupakan salah satu program unggulan pemerintah. Berbagai langkah percepatan penuntasan kemiskinan ekstrem juga terus dilakukan.

Rakor juga dihadiri Menko Perekonomian Arilangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta kepala daerah dari di Kabupaten Banyumas, Brebes, Pemalang, Banjarnegara, dan Kebumen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini