Deretan Kasus Pengasuh Aniaya Anak, Nomor 4 Bayi Ditengkurapkan sampai Tewas

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 09 Oktober 2021 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 337 2483387 deretan-kasus-pengasuh-aniaya-anak-nomor-4-bayi-ditengkurapkan-sampai-tewas-kmAoaPIiE6.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kesibukan orang tua membuatnya tak punya banyak pilihan selain meminta bantuan jasa asuh anak guna melakukan perawatan sang buah hati saat ditinggalkan kerja hingga aktivitas lainnya.

Meski demikian, tak jarang kasus penganiayaan kepada anak terjadi lantaran orang tua salah memilih pengasuh.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah kasus penganiayaan anak yang dilakukan oleh pengasuh:

1. Pangasuh Aniaya Anak Majikan Terekam CCTV

Sebuah video CCTV merekam aksi penganiayaan anak oleh seorang pengasuh berinisial SB pada Jumat 21 Mei 2021 pada pukul 08.45 WIB. Melalui video tersebut, SB diketahui melakukan penganiayaan dengan cara menjambak, mencakar dan mencekik anak kecil tersebut, kemudian memukulnya.

Baca juga: Viral Pegawai Rutan Aniaya Santri di Madina, Pelaku Tak Berkutik Ditangkap

Lebih miris lagi, ia sempat membanting buah hati sang majikan yang baru berusia 2 tahun di kasur. Aksinya yang diketahui sang majikan berujung dengan pemberhentian suster asal NTT tersebut.

Akibat penganiayaan yang dilakukan SB, korban mengalami luka sobek yang cukup dalam di bagian dagu dan beberapa bagian tubuh lainnya lantaran dicakar oleh pelaku.

Baca juga: 5 Penganiayaan Ayah kepada Anak, Alasannya karena Bandel hingga Kesal dengan Istri

2. Anak Dianiaya hingga Prilakunya Berubah

J (30) melaporkan pengasuh anak yang berinisial KS (40) pada pihak kepolisian pada Minggu 26 Januari 2020 lalu karena diduga telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap kedua anaknya.

Awalnya sang ayah curiga lantaran memperhatikan perilaku anaknya yang masih berusia 3 tahun, karena tidak seceria biasanya, menjadi mudah marah, dan sering mengigau ketika tidur. Begitu pula anak keduanya yang masih berusia 4 bulan, sering menangis ketakutan dan rewel.

Melihat tingkah laku anak-anaknya, J memutuskan untuk memasang kamera CCTV di rumahnya. Dari rekaman CCTV itulah, terlihat bahwa pelaku menganiaya kedua anak tersebut. Mungkin karena merasa curiga, pelaku kemudian mengundurkan diri dengan alasan sakit. Namun ketika ditanya mengenai kondisi anak yang diasuhnya, pelaku tidak enjawab dan tidak pernah meminta maaf atas perlakuannya.

Baca juga: 5 Kasus Ayah Tega Aniaya Anak Kandung, Nomer 3 Karena Kesal Dinasehati

3. Bayi 2 Bulan Dicakar dan Dianiaya hingga Lebam

Seorang wanita berinisial KN (27) ditangkap pihak kepolisian lantaran diduga telah menganiaya seorang bayi berusia 2 bulan di Kalideres, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut terjadi di rumah kontrakan milik VD (25), yang merupakan ibunda korban.

VD menitipkan korban pada pelaku karena akan pergi bekerja. Pelaku memang merupakan pengasuh bayi yang digaji untuk mengasuh bayi milik VN. Setelah ditinggal bekerja, bayi tersebut menangis dan tidak berhenti meskipun telah diberi susu sehingga pelaku merasa kesal.

Baca juga: Miris, Bocah 4 Tahun Dianiaya hingga Disundut Rokok Oleh Bibinya

Akibatnya, pelaku secara spontan mencubit dan mencakar bayi tersebut hingga tubuhnya penuh lebam dan luka cakar. Setelah ibu korban pulang bekerja dan melihat kondisi anaknya, ia pun langsung membawanya ke rumah sakit dan melaporkan pelaku ke polisi karena kejadian ini, pelaku dijerat pasal perlindungan anak.

4. Bayi 3 Bulan Dianiaya Pengasuh hingga Tewas di Depok

Seorang pengasuh bayi berinisial L (66) dengan tega menyiksa bayi berumur 3 bulan hingga tewas. Hal ini terjadi Depok, Jawa Barat, pada Senin 28 Januari 2019. Saat itu, pelaku dan korban hanya berdua di rumah lantaran orangtua korban yang sedang bekerja.

Ia melakukan hal tersebut lantaran merasa kesal karena korban rewel dan terus menangis meskipun telah diberikan sebotol susu. Pelaku kemudian memasukkan botol susu ke dalam mulut korban sehingga mengeluarkan darah.

Baca juga: Kesal Kalah Main Game Online, Ayah Aniaya Anaknya

Kemudian, ia pun menidurkannya dengan posisi tengkurap, yang menyebabkannya meninggal dunia karena kehabisan napas. Menurut hasil autopsi yang dilakukan pada jasad korban, ditemukan luka tumpul di rongga mulut dan luka lebam di pipi, hidung, dan mulutnya.

Atas kasus ini, L dijerat pasal perlindungan anak danpembunuhan dengan ancaman penjara hingga 15 tahun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini