Share

Soal Surat Presiden Terkait Panglima TNI, Istana: Masih Ada Waktu Sampai November

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 08 Oktober 2021 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 337 2483204 soal-surat-presiden-terkait-panglima-tni-istana-masih-ada-waktu-sampai-november-EhMjUTgOVY.jpg Ilustrasi TNI (Foto: TNI)

JAKARTA — Surat Presiden (Surpres) terkait nama calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto belum diserahkan ke DPR hingga saat ini.

Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini memastikan awak media akan mendapatkan informasi penyerahan Supres tersebut ketika waktunya tiba. Penyerahan nama ke Senayan tidak akan dilakukan secara diam-diam atau tertutup.

"Kita tunggu saja. Semuanya masih berproses. Kita sedang fokus ke agenda nasional bangkit dari pandemi, maka kriteria untuk menjawab tantangan itu jadi penting, ini yang sebelumnya tidak menjadi kriteria utama. Kalau sudah tampak tanda-tandanya, nanti pasti langsung diumumkan, tidak mungkin diam-diam," ucapnya kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Bursa Calon Panglima TNI, Pengamat: Kedekatan dan Kemampuan Loby pada Presiden yang Diperhitungkan


Baca juga: Kemungkinan Nama Calon Panglima TNI Diusulkan ke DPR Usai Reses

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengatakan, penjadwalan penyerahan Surpres tersebut masih menunggu jadwal sidang DPR. Terlebih masih ada waktu hingga akhir November saat Marsekal Hadi memasuki masa pensiun.

"Sejauh ini secara jadwal, semuanya masih aman, menunggu jadwal DPR sidang lagi. Kita masih ada waktu sampai masuk pensiun Panglima di akhir November nanti. Masih ada waktu mencari perwira terbaik yang ingin mengorbankan dirinya untuk membawa Indonesia bangkit dari pandemi. Tugas berat ini," ucap Faldo.

Sebelumnya, Komisi I DPR berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengirimkan Surat Presiden (Surpres) terkait calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto. Pasalnya, awal Oktober 2021 anggota dewan sudah memasuki masa reses.

"Karena tanggal 8 Oktober DPR sudah memasuki masa reses, supaya proses panglima bisa di lakukan pada masa sidang ini, harusnya Minggu depan Presiden sudah harus mengirimkan Surat Presiden ke DPR. Sangat mepet waktunya pengusulan Presiden dilayangkan pada masa sidang yang akan datang," ujar Anggota Komisi I DPR Rudianto Tjen saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin 20 September 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini