Ini Penyebab Bibit Siklon Menjauh Tapi Masih Berdampak Hujan di Indonesia

Antara, · Jum'at 08 Oktober 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 337 2483177 bmkg-bibit-siklon-menjauh-tapi-masih-berdampak-hujan-di-indonesia-dknyGZJIuv.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), A Fachri Radjab mengatakan, bibit siklon tropis 92W yang tumbuh di perairan Filipina pada Senin 4 Oktober 2021, saat ini posisinya semakin menjauh dari Indonesia, namun masih berdampak terhadap cuaca Tanah Air.

"92W statusnya masih bibit siklon, belum jadi siklon. Posisinya sudah semakin jauh di sekitar Laut China Selatan," kata Fachri yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (8/10/2021).

Baca juga:  Gelombang Tinggi Terjang Sejumlah Wilayah, Aktivitas Pelayaran Diminta Waspada

Namun, bibit siklon tersebut masih dapat memberikan dampak tidak langsung, yaitu adanya daerah perlambatan angin di sekitar Sumatera bagian utara.

"Perlambatan angin ini dapat menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," katanya.

Baca juga:  Bibit Siklon Tropis di Perairan Filipina, Ini Dampaknya bagi Jawa Barat

Untuk itu, masyarakat di wilayah setempat diimbau untuk tetap mewaspadai dampak tidak langsung dari bibit siklon tersebut.

Bibit siklon tropis itu tumbuh di sekitar perairan Filipina, tepatnya di 10.1 Lintang Utara, 125.1 Bujur Timur. Selain hujan, dampak tidak langsung yang berpotensi terjadi, yaitu gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4,0 meter di Laut Sulawesi dan Samudra Pasifik utara Halmahera.

Selain dampak tidak langsung bibit siklon tropis 92W, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem terutama di masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau masa pancaroba.

Berdasarkan analisis curah hujan pada dasarian III September 2021, 11,99 persen wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan dan sebagian besar wilayah masih mengalami musim kemarau.

"Secara umum kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia masih cukup basah untuk sepekan ke depan, terutama di wilayah barat dan tengah," kata Fachri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini