Kisah 68 Makam Pahlawan Tanpa Nama di Cianjur: Bukti Kekejian Tentara Belanda

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 08 Oktober 2021 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 337 2483151 kisah-68-makam-pahlawan-tanpa-nama-di-cianjur-bukti-kekejian-tentara-belanda-hLwtOR8oXg.jpg Makam tanpa nama di Cianjur Selatan (Foto: Riezky Maulana)

JAKARTA - Komplek pemakaman diisi 68 makam yang seluruhnya tanpa nama. Lokasinya terletak di sebuah lahan yang ditumbuhi banyak pepohonan di Bukit Gunung Tugu Puncak Bungah, Desa Takokak, Cianjur Selatan.

Sebanyak 68 makam ini merupakan warga pribumi yang gugur di tangan penjajah, mereka bagian kisah kepahlawanan warga Tanah Sunda, Cianjur Selatan. Sebuah sejarah kelam yang tak banyak diketahui masyarakat.

Baca Juga:  Astaga! Ratusan Makam di Bekasi Tertimbun Gunungan Sampah, Berikut 5 Faktanya

Komandan Korem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi menyempatkan diri untuk datang melihat keberadaan 68 makam tersebut sehari setelah melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Takokak.

Di sana, Jenderal Bintang Satu ini coba mengingat sejarah kelam yang disampaikan saksi peristiwa kejadian tahun 1946-1949 usai kalahnya Jepang pada sekutu.

"Itu merupakan sejarah yang hampir tidak diketahui oleh orang, padahal itu salah satu sejarah kemerdekaan bangsa ini. Saya sebagai salah satu generasi penerus sangat ironis mendengar kisah kelam itu. Bagaimana perjuangan rakyat Indonesia khususnya di wilayah Takokak itu sangatlah besar dalam menjaga tanah air di wilayah Cianjur Selatan dari para tentara penjajah," ujar Fauzi dikutip dari laman resmi TNi AD, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga:  Puluhan Makam di Banyuwangi Dirusak Orang Tak Dikenal, Polisi Turun Tangan

Dirinya mengulas sejarah bahwa tentara NICA yang dibonceng oleh pasukan sekutu datang kembali ke Nusantara usai Jepang menyerah tanpa syarat pada 15 Agustus 1945, berusaha menguasai kembali Indonesia termasuk Cianjur Selatan. Menurut dia, aksi keji NICA terhadap rakyat Indonesia dimulai setelah Perjanjian Renville disepakati di tanggal 17 Januari 1948.

“Kekejian para tentara Belanda pun terjadi pada rakyat sipil, dan 68 warga sipil yang menjadi korban kebiadaban tentara NICA tersebut adalah warga luar Takokak, mereka dibawa dengan truk-truk militer dari penjara Van Delden Gunung Puyuh Sukabumi. Dan di Takokak itulah nyawa mereka dihabisi," katanya.

Kawasan perbukitan Takokak Cianjur Selatan adalah sejarah yang patut dikenang oleh generasi penerus. Sebab, di sana ada 68 situs makam pahlawan bangsa tanpa nama yang kecintaannya terhadap bangsa Indonesia mesti diteladani.

"Bangsa ini membutuhkan orang-orang hebat seperti mereka yang telah gugur mendahului kita di tangan para penjajah, pengabdiannya pada bangsa hingga bertaruh nyawa hingga gugur dan jasadnya dibiarkan begitu saja oleh penjajah di tengah gunung. Hingga tulang belulangnya yang menumpuk di tengah hutan, dan orang lain pun tidak tahu siapa mereka, akhirnya mereka dimakamkan secara layak," ungkapnya.

Danrem 061/SK setelah melihat langsung kondisi makam para pahlawan langsung memerintahkan kepada Koramil yang berkoordinasi dengan aparat serta tokoh setempat untuk merawat, menjaga dan melestarikan makam sejarah. Menurut dia, ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa yang mengorbankan jiwanya tanpa pamrih.

"Ini sejarah bangsa yang perlu kita pelajari terus dan kita ingat serta kita sampaikan kepada anak cucu kita nantinya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini