Bareskrim Bantah Kece Cabut Laporan Terhadap Irjen Napoleon terkait Penganiayaan

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 08 Oktober 2021 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 337 2483117 bareskrim-bantah-kece-cabut-laporan-terhadap-irjen-napoleon-terkait-penganiayaan-Kuqzn68eSX.jpg Muhammad Kece usai dianiaya (foto: ist)

JAKARTA - Dit Tipidum Bareskrim Polri membantah adanya pernyataan soal Muhammad Kece mencabut laporan terhadap Irjen Napoleon Bonaparte terkait dugaan penganiayaan di rumah tahanan (rutan).

"Tidak ada permintaan pencabutan (laporan) dari MK. Yang ada adalah surat permintaan maaf KC kepada NB," kata Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Selain Irjen Napoleon, Bareskrim Tetapkan Empat Tersangka Penganiayaan M Kece

Andi menerangkan, terkait surat permohonan maaf yang dibuat Kece itu dalam konteks agar Napoleon Bonaparte tak memberikan perlakuan penganiayaan lagi terhadapnya. Atau dengan kata lain, Kece takut dianiaya lagi oleh Napoleon.

"Konteksnya (Kece membuat surat) karena takut dianiaya lagi oleh NB," ujar Andi.

Baca juga:  Kantongi Izin MA, Propam Polri Periksa Napoleon Terkait Dugaan Penganiayaan Kece Besok

Sebelumnya, kuasa hukum Napoleon, Ahmad Yani mengklaim bahwa Kece telah mencabut laporannya pada 3 September lalu. Oleh sebab itu, ia mengatakan bahwa seharusnya kliennya tak lagi menjadi tersangka.

Yani mendorong agar penyidik mengedepankan mekanisme restorative justice untuk menangani perkara itu. Hal itu lantaran Kece telah meminta maaf dan menuliskan surat damai.

"Ini sudah memenuhi semua apa yang dimaksud surat edaran [kapolri restoratif justice]," kata Yani dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin, Kamis 7 Oktober 2021.

Bareskrim Polri resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus itu. Mereka adalah, Irjen Napoleon Bonaparte, tahanan kasus uang palsu berinisial DH, lalu narapidana kasus Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berinisial DW.

Lalu, narapidana kasus penipuan dan penggelapan berinisial H alias C alias RT dan narapidana kasus perlindungan konsumen berinisial HP.

Mereka dipersangkakan melanggar Pasal 170 Juncto 351 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan. Merujuk Pasal 170, tersangka diancam pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini