PPATK Temukan Transaksi Rp120 Triliun Terkait Narkoba, BNN: Kita Kejar!

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Jum'at 08 Oktober 2021 03:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 337 2483014 ppatk-temukan-transaksi-rp120-triliun-terkait-narkoba-bnn-kita-kejar-WMUHtTstY4.jpg Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono. (Foto: Okto Rizki)

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan temuan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ihwal rekening berjumlah fantastis bukan lagi hal tabu dalam dunia kejahatan narkotika.

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, transaksi uang berjumlah fantastis itu tidak lepas dari bisnis haram yang kerap melibatkan sindikat besar dari belahan dunia dengan pangsa pasar yang masih sangat aktif.

"Transaksi narkotika selalu besar. Tetapi tentu saja yang nanti kita kejar (usut tindak pidana pencucian uang). Informasi dari itu mana yang kita bisa dapatkan, mana yang betul-betul bisa kita esekusi," ujarnya di Jakarta Timur, Kamis (7/10/2021). 

Menurutnya, hasil temuan itu tidak membuatnya terkejut lantaran kerap mengamankan uang berikut aset dalam jumlah miliaran hingga triliun Rupiah dari pengungkapan kasus.

“Sering kali uang masuk, uangnya hilang karena memang yang kecepatan dia untuk melakukan layering itu. Layering itu artinya dari narkotika menjadi bisnis resmi atau dari bisnis resmi menjadi narkotika," ucapnya. 

Baca juga: BNN Gagalkan Pengiriman 45 Kg Ganja dari Aceh

Pudjo menuturkan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera menggelar pertemuan dengan PPATK guna mengungkap ihwal kebenaran temuan transaksi fantastis terkait dugaan peredaran narkoba.

"Banyak sekali yang harus dilakukan selain dengan PPATK. Tentu saja kita akan mengecek apakah keseluruhan transaksi tersebut benar-benar transaksi narkotika atau transnasional crime (kejahatan melibatkan jaringan lebih dari satu negara) lainnya," tuturnya. 

PPATK mencatat adanya informasi transaksi narkoba Rp120 triliun. Data ini merupakan hasil analisis dan pemeriksaan data PPATK.

Dalam kasus aliran dana Rp120 Triliun tersebut melibatkan pihak-pihak individu dan korporasi. Jumlahnya bahkan mencapai 1.339 pihak yang terlibat dalam aliran dana mencurigakan terkait narkoba itu.

Aliran tersebut memang merupakan akumulasi dalam rentang waktu sejak 2016 hingga 2020. Hal itu menjadi gambaran jelas dan komprehensif tentang besarnya bisnis narkoba di Indonesia. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini