Share

4 Sanksi Hukuman Cambuk untuk Pelaku Zina di Aceh

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 08 Oktober 2021 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 337 2482866 4-sanksi-hukuman-cambuk-untuk-pelaku-zina-di-aceh-vZb9sr4Mxz.jpg Hukum cambuk. (iNews)

ACEH adalah wilayah di Indonesia yang masih menerapkan hukum cambuk bagi warganya yang melanggar syariat Islam, terutama bagi pelaku perzinaan. Seperti yang tercantum dalam Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, Aceh merupakan bagian dari NKRI dengan adanya keistimewaan dan otonomi khusus.

Salah satunya adalah berhak melaksanakan syariat Islam dengan menjunjung tinggi keadilan, kemaslahatan dan kepastian hukum. Berikut adalah sederet sanksi cambuk di Aceh bagi pezina yang pernah terjadi.

Oktober 2021

Seorang wanita berusia 19 tahun, ZV dihukum cambuk sebanyak 100 kali di lapas kelas II B Plangpidie, Aceh pada 1 Oktober 2021. Ia mendapat hukuman tersebut lantaran sudah berhubungan badan tanpa adanya ikatan perkawinan, dengan seorang pria berinisial AM. Keduanya melanggar Pasal 33 Ayat 1, Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Usai menerima hukuman itu, ZV langsung jatuh pingsan. Melansir Okezone, ZV langsung mendapat perawatan dari petugas lapangan saat itu juga.

Februari 2021

Eksekusi cambuk menyasar sepasang muda-mudi pada 5 Februari 2021. Hukum cambuk itu dilakukan di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe. Keduanya terbukti melanggar Pasal 33 Ayat 1 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 terkait Hukum Jinayat, usai melakukan zina. Adapun jumlah cambukan yang diterima oleh masing-masing terpidana adalah 100 kali. Mirisnya, terpidana wanita diketahui sudah memiliki suami. Proses cambuk sempat berhenti beberapa kali lantaran keduanya hampir pingsan.

Baca Juga : Satpol PP-WH dan Warga Tangkap 2 Pasangan Mesum di Banda Aceh

April 2021

Mahkamah Syariah Lhokseumawe melaksanakan hukuman cambuk bagi 3 orang pelanggar syariat Islam pada 6 April 2021. Masing-masing pelanggar mendapat 100 kali cambukan.

Sebenarnya, ada 4 orang yang harusnya menerima cambuk. Keempatnya merupakan tersangka zina dari 2 kasus berbeda. Namun, seorang perempuan dengan inisial R tidak bisa menerima hukuman tersebut karena baru saja melahirkan. R baru bisa menerima cambuk 120 hari pascamelahirkan.

Januari 2021

Sepasang pria yang memiliki hubungan sesama jenis juga tak luput dari hukuman cambuk ini. Prosesi cambuk dilakukan pada 28 Januari 2021 di kota Banda Aceh. Selama menjalankan hukuman cambuk sebanyak 80 kali, rotan yang digunakan algojo sempat patah. Namun, terpidana tetap kuat berdiri untuk menerima hukuman itu.

Pasangan homoseksual itu ditangkap oleh warga, usai melakukan hubungan badan. Usai ditangani satuan polisi pamong praja dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh, kedua pria itu terbukti melakukan hubungan sesama jenis hingga melanggar qanun syariat Islam di Aceh. (diolah dari berbagai sumber/Ajeng Wirachmi/Litbang MPI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini