6 Fakta Terkini Pembunuhan Subang, Polisi Ungkap Petunjuk Baru hingga Perlawanan Amalia

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Rabu 06 Oktober 2021 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 06 337 2482375 6-fakta-terkini-pembunuhan-subang-polisi-ungkap-petunjuk-baru-hingga-perlawanan-amalia-T41qNh4g6c.jpeg TKP pembunuhan di Subang. (Foto: Yudy Heryawan)

SUBANG - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang mulai menemui titik terang. Pihak kepolisian terus berusaha mengungkap tersangka di balik pembunuhan sadis itu.

Beberapa upaya telah dilakukan salah satunya autopsi ulang jenazah. Berikut rangkuman fakta terbaru kasus ini:

1. Autopsi Ulang

Demi menindaklanjuti kasus yang masih menjadi misteri. Polisi kembali melakukan autopsi ulang dengan membongkar makam korban Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu, Sabtu (2/10/2021).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago membeberkan alasan otopsi ulang jasad Tuti dan Amalia.

Menurutnya, autopsi ulang dilakukan karena pihaknya mengantongi bukti baru terkait kasus pembunuhan dan untuk memastikan kesesuaian dengan bukti baru tersebut. 

Proses autopsi ulang diketahui berlangsung selama 3 jam. Autopsi pertama dilakukan kepada Tuti Suhartini dan kemudian dilanjutkan autopsi kepada Amalia Mustika.

Autopsi ulang terhadap jasad ibu dan anak gadisnya itu diharapkan dapat memberikan petunjuk baru yang telah dikantongi polisi sebelum polisi benar-benar menetapkan pelaku pembunuhan.

"Jadi, sekarang kita fokus mencari petunjuk, kesesuaian dengan penyebabnya, kematiannya, setelah itu baru kita simpulkan rangkaian penyelidikannya, lalu mengarah ke tersangkanya. Jadi, kita tidak berandai-andai," jelas Kombes Erdi, Selasa (5/10/2021).

2. Hasil Autopsi Ulang Jadi Bukti

Melalui autopsi ulang, lanjut Erdi, penyidik juga ingin melihat kembali luka pada tubuh Tuti dan Amalia, apakah luka di tubuh mereka disebabkan oleh benda tajam, benda tumpul atau penyebab lainnya.

"Tidak hanya itu, kita juga mencocokkan waktu spesifik kematian korban lalu mencari tahu apakah ada perlawanan atau tidak sebelum korban meninggal. Itu nanti dari otopsi kan kelihatan," katanya.

Meski begitu, Erdi tidak menjelaskan secara detail terkait bukti baru yang telah dikantongi pihaknya. Menurut Erdi, hasil autopsi ulang merupakan ranah penyidik, sehingga belum bisa disampaikan kepada publik.

Baca juga: Polisi Berpakaian Preman Mendadak Datangi TKP Pembunuhan Subang, Ada Apa?

"Mereka (penyidik) mengevaluasi dan menganalisis untuk melakukan tindakan ke depannya, disesuaikan hasil dari autopsi itu. Jadi, intinya kita sekarang dengan bukti yang baru yang dimiliki penyidik, bukti maupun petunjuk ini kita sesuaikan lagi dengan hasil autopsi yang baru dilakukan," jelas Erdi.

"Enggak, enggak bisa (dipublikasikan), hanya untuk kepentingan penyidik," ujarnya.

3. HP Amalia Masih Hilang

Dalam kasus pembunuhan ibu dan anak ini, handphone milik Amalia Mustika Ratu menjadi barang bukti yang hilang. Diduga handphone tersebut telah dibuang.

Pihak aparat Desa Jalancagak, Subang, ikut membantu mencari keberadaan handphone tersebut. Kepala Desa Jalancagaj, Indra Zainal Alim pun mengerahkan tim uka-uka untuk mencari handphone Amalia yang diduga dibuang di sungai.

4. Pakar Angkat Bicara

Kriminolog dari FISIP Universitas Indonesia (UI), Iqrak Sulhin angkat bicara terkait lamanya pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak gadisnya itu.

Menurut Iqrak, terdapat dua hal yang akan dicari polisi dalam pengungkapan kasus kejahatan, yakni motif dan bukti atau petunjuk.

Iqrak menegaskan, lamanya pengungkapan kasus pembunuhan Tuti dan Amalia dapat disebabkan karena motif belum ditemukan dan bukti atau petunjuk masih belum jelas.

"Saya kira, sikap hati-hati kepolisian justru perlu dihargai. Tidak boleh tergesa-gesa bila bukti atau petunjuk masih belum jelas. Jangan sampai menyangka seseorang atas dasar bukti atau petunjuk yang belum jelas Publik perlu bersabar, demikian pula keluarga," pungkasnya.

5. Polisi Kerahkan Kombes Pol

Untuk mempercepat berakhirnya kasus pembunuhan ini, Polri mengerahkan Sumy Hastry Purwanti yang berpangkat Kombes Pol untuk turun tangan.

Sumy sendiri memiliki banyak pengalaman dalam menangani kasus autopsi, mulai dari kasus Sukhoi, JW Marriott, dan penangkapan Noordin M. Top.

Dalam instagram story akun @hastry_forensik, terlihat dia sedang mengenakan seragam khusus warna biru. Bersama koleganya, dr Hastry pun memulai untuk autopsi jenazah Tuti dan Amalia.

"Bismillah, mulai merumput lagi," tulis Dr. Sumy Hastry Purwanti, Sabtu (2/10/2021).

Setelah pukul 17.00 WIB, dr Hastry pun memberi kabar kalau autopsi selesai.

Menurut sang ahli forensik ini, Dr. Hastry percaya bahwa penyebab tewasnya Tuti dan Amalia akan segera terungkap. Selain itu, pelaku pembunuhan keji ibu dan anak di Subang tersebut juga akan terbongkar. "Alhamdulillah, ini baru selesai TKP Subang. Pasti terungkap," tulis dr Hastry.

Ahli forensik ini mengaku sangat bersemangat melakukan tugasnya demi mencari kebenaran di balik pembunuhan ibu dan anak di Subang. Dr. Hastry juga mendoakan kedua almarhumah Tuti dan Amalia agar bisa meninggal dengan tenang

“Semangat nanti lanjut malam lagi. Semangat demi kemanusiaan, kasihan almarhumah menunggu. Biar korban tenang di sana," ucap dr Hastry.

Setelah itu, dr Hastry menyempatkan diri untuk berfoto di depan kantor Polres Subang. Dalam caption, Dr. Hastry menyebut kebenaran akan segera terungkap.

"Percaya kamu bisa..karena utk kebaikan dan menolong sesama …Tuhan akan kasih kemudahan" tulis Dr. Hastry di akun Instagramnya.

6. Tim Forensik Ungkap Amalia Sempat Melawan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari tim forensik, Kapolres Subang AKBP Sumarni menjelaskan, pelaku memukul korban hingga tewas menggunakan papan penggilasan untuk mencuci baju. Papan penggilasan yang diduga untuk mengeksekusi korban itu terbuat dari kayu.

Lebih lanjut, dugaan itu ditemukan dari TKP, di mana petugas menemukan papan penggilasan yang berlumuran darah. Sumarni juga memberi hipotesis bahwa korban Tuti dipukul saat sedang tidur.

Hal ini karena melihat di tubuh korban tidak ada tanda perlawanan atau tanda-tanda kekerasan. Namun, berbeda halnya dengan Amalia yang diduga sempat memberikan perlawanan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini