Share

Satgas Sebut Pandemi Covid-19 Berpotensi Tinggi Menjadi Ancaman Militer

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 06 Oktober 2021 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 06 337 2482128 satgas-sebut-pandemi-covid-19-berpotensi-tinggi-menjadi-ancaman-militer-CU8N8ZYrz4.jpeg Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)

JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pandemi Covid-19 merupakan penyakit emerging akibat perpindahan virus dari binatang kemudian ke manusia. Namun, Wiku mengatakan pandemi Covid-19 bisa menjadi ancaman militer jika virus ini dibuat tidak alamiah.

“Sebenarnya menangani Covid-19 ini sebagai penyakit infeksi yang emerging yang sederhana akibat binatang atau hewan yang kemudian berpindah ke manusia karena ada interaksi yang sudah berlangsung lama, alamiah. Belum lagi kalau dibuat tidak alamiah, maka ancamannya menjadi ancaman kombinasi antara nir militer dan militer kalau itu menjadi bio terror. Oleh karena itu, kemampuan kita harus diasah,” kata Wiku secara virtual dengan Sespim Lemdiklat Polri, Rabu (6/10/2021).

Bahkan, kata Wiku, meskipun saat ini pandemi Covid-19 masih dipahami sebagai ancaman nirmiliter namun TNI-Polri sudah terlihat. “Pemahaman sampai dengan saat ini kita sebutnya sebagai ancaman nirmiliter, tetapi TNI-Polri sudah ikut terlibat sejak sekarang.”

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Terkendali, IDI: Lebih Baik Waspada Ketimbang Menyesal Nantinya

“Mungkin boleh dikatakan tidak tepat karena ancamannya masih dianggap nirmiliter. Tetapi potensi untuk menjadi ancaman militer itu tinggi. Dan ini sudah kami lihat cukup lama kondisi ini, yang saya sebut sebagai this is of tomorrow, penyakit yang besok datang karena tiba-tiba sebenarnya. Sebenarnya bukan tiba-tiba, tetapi gerakannya tidak bisa kita deteksi,” ungkap Wiku.

Oleh karena itu, kata Wiku, kini laboratorium pun semakin banyak untuk melakukan deteksi virus ini. “Tadi sudah bisa sampaikan oleh Menteri Kesehatan, bahwa laboratorium yang dulunya sedikit kemudian dikembangkan menjadi jumlahnya banyak.”

“Sebenarnya bukan laboratoriumnya Kementerian Kesehatan yang dikembangkan banyak, tapi menggerakkan seluruh sumber daya laboratorium yang ada di Indonesia, dibuat jejaring satu kesatuan, cara kerjanya dibikin seragam, kemudian dimampukan untuk mendeteksi mendeteksinya,” kata Wiku.

Wiku mengatakan mendeteksi ancaman ini adalah mendeteksi Covid-19 yang sudah ada. “Bayangkan kalau Covid nya belum ada, kita harus mendeteksi sesuatu yang belum terlihat sebagai ancaman.”

Pandemi ini, kata Wiku adalah ancaman Global, jadi mendeteksi virus ini juga harus dilakukan oleh semua negara. “Dan inilah pentingnya capacity to detectnya itu terjadi, bukan hanya di Indonesia saja, saya juga berbicara untuk Global,” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini