5 Fakta Denjaka Pasukan 'Hantu Laut', Nomor 3 Latihannya Mengerikan

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Selasa 05 Oktober 2021 20:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 337 2481596 5-fakta-denjaka-pasukan-hantu-laut-nomor-3-latihannya-mengerikan-UdFM5VT7gl.jpg Ilustrasi latihan Denjaka. (Foto: Antara)

JAKARTA - Masing-masing matra di Tentara Nasional Indonesia (TNI) mempunyai pasukan elite. Salah satunya datang dari pasukan TNI Angkatan Laut.

TNI AL memiliki pasukan elite mematikan. Prajurit pilihan ini sengaja dibentuk untuk menjadi pasukan khusus, yakni Detasemen Jala Mangkara atau Denjaka.

Berikut adalah fakta-fakta terkait pasukan khusus Denjaka:

1. Pasukan Hantu Laut

Detasemen Jala Mangkara atau Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI untuk Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984.

Pasukan Denjaka kerap kali berjuluk "hantu laut". Diketahui pembentukannya berangkat dari kebutuhan satuan khusus untuk mengatasi ancaman aspek laut.

Tugas pokoknya melaksanakan pembinaan kemampuan dan kekuatan dalam rangka operasi antiteror, antisabotase dan klandesten aspek laut.

Baca juga: Sosok Gafur Chaliq, Komandan Pertama Pasusla Embrio Denjaka

2. Anggota Dituntut Punya IQ Tinggi

Dirangkum dari berbagai sumber, untuk menjadi Denjaka, calon anggota dituntut memiliki IQ tinggi. Selama pendidikan, pemberian teori di kelas hanya 20%, selebihnya praktik di lapangan.

Anggota Denjaka dilatih di Bumi Marinir Cilandak dan harus menyelesaikan sebuah pendidikan yang dinamakan PTAL (Penanggulangan Teror Bidang Laut). Pendidikan ini akan berlangsung selama 6 bulan.

Mereka harus mampu menyusup dengan terjun payung, bergerak dengan lincah di laut dengan daya tahan tinggi, serta survive di darat.

3. Bukan Sembarangan Latihan

Latihan yang dilakukan juga tak sembarangan. Dalam latihan, calon anggota Denjaka "dibuang" ke laut ganas dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Mereka diuji untuk mampu bertahan sekaligus menyelamatkan diri.

Bukan hanya di laut, mereka juga ditempa latihan di darat. Hanya bermodal garam calon prajurit Denjaka dilepas di hutan dan harus mampu bertahan hidup selama berhari-hari.

Mereka harus bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di hutan, bahkan untuk bertahan mereka harus makan binatang yang ada di hutan, seperti ular.

4. Dibekali Kemampuan Tempur Udara

Selain itu, mereka juga dilatih kemampuan tempur di udara. Mereka harus terjun dari pesawat dari ketinggian yang sulit terdeteksi musuh. Kemampuan itu diperlukan Denjaka untuk mencapai target musuh jika jalur darat dan laut tak memungkinkan.

Dengan latihan yang keras, Denjaka terbentuk sebagai pasukan yang mematikan dengan kemampuan di laut, darat dan udara. Bahkan, kemampuan satu personel Denjaka disebut sebut setara dengan 120 prajurit TNI biasa.

5. Prajurit Terpilih Dibekali Senjata Canggih dan Mematikan

Dari ratusan orang yang mendaftar Denjaka, tak heran hanya sekitar 50 orang bisa lolos. Sebelum masuk Denjaka, calon pasukan elite ini harus sudah berkualifikasi Intai Amfibi. Prajurit Denjaka juga dididik untuk memiliki kemampuan Taifib dan Paska, mereka dibekali kemampuan menembak, lari, berenang, bela diri, penguasaan taktis dan teknik penetrasi rahasia, darat, laut dan udara.

Aktivitas Denjaka bersifat rahasia. Untuk menunjang kemampuannya, prajurit Denjaka dibekali submachine gun MP5, CZ-58, HK PSG1, pistol Baretta, Daewoo K7, HK416, M4, SIG Sauer 9 mm, senapan mesin Minimi M60, Daewoo K3, senapan serbu G36, dan HK P30, Pindad ss-1.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini