5 Fakta Idjon Djanbi Danjen Kopassus Pertama, Ikut Perang Dunia hingga Jadi Petani di Bandung

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 05 Oktober 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 337 2481547 5-fakta-idjon-djanbi-danjen-kopassus-pertama-ikut-perang-dunia-hingga-jadi-petani-di-bandung-cYOolJY3Ga.jpg Idjon Djanbi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Rokus Bernardus Visser atau lebih dikenal Mochammad Idjon Djanbi, merupakan pelopor berdirinya Komando Pasukan Khusus (Kopassus) milik TNI Angkatan Darat. Berkat andilnya, keberadaan Kopassus sampai sekarang bisa mengayomi masyarakat di Indonesia.

Terdapat sejumlah fakta mengenai Letkol Idjon Djanbi, berikut ulasannya:

1. Jadi Sopir Ratu Belanda

Visser, sapaannya sebelum menjadi orang Indonesia, sempat menetap di Belanda untuk membantu ayahnya jadi pedagang bola lampu. Namun, setelah Jerman menguasai Inggris, Visser memilih untuk kembali berdinas sebagai tentara.

Alih-alih turun ke medan perang, Visser malah ditugaskan menjadi sopir Ratu Wilhelmina yang saat itu berada di Inggris.

2. Ikut Perang Dunia Kedua

Tidak lama setelah Visser menjadi sopir, dirinya meninggalkan tentara Belanda sebelum akhirnya kembali bergabung beberapa saat kemudian dan menjadi operator radio.

Baca juga: Mengenal Perbedaan dan Peran Grup di Kopassus

Visser yang bergabung ke Pasukan 2 Belanda akhirnya ikut terjun ke pertempuran di Perang Dunia (PD) II pada Operasi Market Garden, pendaratan sekutu dengan terjun payung di Arnhem pada September 1944.

3. Diceraikan Istri

Visser sempat kembali ke Belanda pada tahun 1947. Pada masa itu, dirinya sempat mengajak istrinya untuk pergi ke Indonesia.

Istrinya menolak permintaan Visser. Nahas, dirinya harus menerima pernyataan cerai dari sang istri karena hal tersebut.

4. Menjadi Petani di Bandung

Di Indonesia, sempat terjadi peristiwa pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) dari Kerajaan Belanda. Visser memutuskan pensiun menjadi tentara dan memilih jadi petani di Lembang, Bandung bersama istri barunya keturunan Sunda.

Visser yang sudah jadi mualaf dan berganti nama jadi Mochammad Idjon Djanbi.

5. Permintaan Kawan Lama

Tahun 1951, Letda Sugianto, yang saat itu merupakan ajudan Kolonel Alexander Evert Kawilarang, Panglima Komando Tentara Teritorioum III/Siliwangi, membutuhkan jasa Idjon Djanbi di TNI.

Kawilarang mempunyai harapan untuk mewujudkan permintaan salah satu temannya yang tewas dalam pemberantasan Republik Maluku Selatan. Kolonel Ignatius Slamet Rijadi, kolega Kawilarang, ingin membuat pasukan khusus dengan kualifikasi para-komando.

Namun, TNI belum punya perwira yang bisa memproduksi prajurit-prajurit berkualifikasi. Nama Idjon Djanbi muncul sebagai salah satu kandidat perwira yang dianggap cocok untuk melatih prajurit TNI baru.

Sugianto akhirnya meminta Idjon melatih para prajurit Kesatuan Komando Tentara Teritorium (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat. Unit inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal Kopassus TNI-AD.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini