Share

Sosok Gafur Chaliq, Komandan Pertama Pasusla Embrio Denjaka

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 05 Oktober 2021 07:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 337 2481243 sosok-gafur-chaliq-komandan-pertama-pasusla-embrio-denjaka-kEF1SYGDth.jpg Mayjen TNI (Mar) Gafur Chaliq (Foto: Wikipedia)

JAKARTA - Detasemen Jalamangkara (Denjaka) merupakan salah satu pasukan elite di Indonesia yang bergerak di bawah naungan TNI Angkatan Laut. Denjaka memiliki andil besar dalam menjaga keamanan Indonesia, khususnya di sektor laut.

Denjaka sendiri merupakan salah satu pasukan khusus yang usianya paling muda dibandingkan dengan pasukan lain seperti Kopassus maupun Paskhas, baru berdiri pada 4 November 1984. Keberadaan Denjaka sendiri tidak lepas dari Mayor Jenderal Gafur Chaliq.

Mayjen Gafur Chaliq merupakan Purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Laut alumni Akademi Angkatan Laut angkatan XI (1961-1965) dan Komandan Korps Marinir TNI AL ke-10. Ia juga merupakan mantan Komandan Taifib 1/Mar (1982-1983), dan Komandan Pasukan Khusus Angkatan Laut (Pasusla) pada 1982-1983, cikal bakal Denjaka. 

Baca Juga: Senyap dan Mematikan, Aksi Denjaka Kuasai Gedung yang Diduduki Teroris

Lahir di Pontianak, Gafur Chaliq merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut angkatan XI tahun 1964, pengagas dan komandan pertama saat bernama Pasusla (sekarang Detasemen Jala Mengkara Korps Marinir).

Sejarah Denjaka dimulai dari KSAL membentuk organisasi tugas dengan nama Pasusla. Keberadaan Pasusla didesak oleh kebutuhan akan adanya pasukan khusus TNI AL guna menanggulangi segala bentuk ancaman aspek laut. Seperti terorisme, sabotase, dan ancaman lainnya.

Melihat perkembangan dan kebutuhan satuan khusus ini, KSAL menyurati Panglima TNI yang isinya berkisar keinginan membentuk Denjaka. Panglima TNI menyetujui dan sejak itu (13 November 1984), Denjaka menjadi satuan Antiteror Aspek Laut.

Sebagai pasukan khusus, Denjaka memiliki beberapa tugas yaitu:

- Anti-bajak kapal laut

- Anti-bajak pesawat udara

- Segala bentuk teror aspek laut/darat/udara

- Perang kota/hutan/pantai/laut sabotase

- Intelijen & kontra-intelijen

Untuk memasuki Denjaka sendiri, tentara diberi latihan yang amat berat demi membentuk pasukan yang bisa diandalkan dalam menjalankan misi mereka. Latihan tersebut meliputi bertahan hidup di hutan tanpa bekal, hingga diikat di tengah laut dan melepaskan diri dari tali tersebut.

Baca Juga:  Korps Marinir Bantah Denjaka Dikerahkan ke Papua Tumpas KKB

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini