Cikal Bakal Paskhas, Pasukan Elite TNI Serba Bisa yang Digembleng Keras

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 05 Oktober 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 337 2481225 cikal-bakal-paskhas-pasukan-elite-tni-serba-bisa-yang-digembleng-keras-HYFl268XfR.jpg TNI (Foto: Okezone)

JAKARTA – Korps Pasukan Khas (Paskhas) merupakan pasukan elite di bawah naungan TNI Angkatan Udara. Mereka merupakan salah satu aktor keberhasilan berbagai operasi militer di Indonesia, mulai dari Operasi Trikora, Operasi Seroja, hingga Operasi Tinombala.

Menyadur dari website resmi Paskhas (www.paskhas.mil.id), Okezone mengulas sejarah dari Paskhas, yang sudah berdiri sejak 17 Oktober 1947. Baca Juga: Personel Denjaka & Intai Amfibi Marinir Selami Laut Kepulauan Seribu Cari Sriwijaya Air SJ-182

Berdirinya Paskhas berawal dari permintaan Gubernur Kalimantan Mohammad Noor kepada Kasau Marsekal Soerjadi Soerjadarma untuk menerjunkan pasukan payung di Kalimantan demi membantu perjuangan rakyat Kalimantan.

Ide dari Gubernur Noor disambut baik oleh Kasau, dan segera menunjuk Tjilik Riwut untuk menyiapkan prajurit-prajurit AURI melaksanakan tugas penerjunan di Kalimantan. Pada 17 Oktober 1947 dini hari, sebuah pesawat Dakota memecah keheningan daerah Maguwo lepas landas menyeberangi lautan dan menelusuri belantara rimba Kalimantan menuju Kotawaringin sebagai daerah sasaran penerjunan.

Pesawat Dakota yang diawaki Kapten Pilot Bob Freeberg dengan Co-Pilot Makmur Suhodo, dibantu oleh Jump Master Amir Hamzah dan pemandu jalan Mayor Tjilik Riwoet. Tidak hanya itu, sebanyak 13 pejuang prajurit TNI-AU sebagai Satgas Dakota RI-002 siap melaksanakan penerjunan di Kotawaringin, Kalimantan untuk meneruskan perjuangan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Unjuk Gigi Depan Mahfud MD, Denjaka Pamer Prestasi Berantas Terorisme

Tepat pukul 07.00 WIB, pesawat Dakota yang membawa 13 pejuang prajurit AURI berada di atas sasaran melakukan penerjunan di daerah Sambi, Kotawaringin, Kalimantan Tengah. Terdapat beberapa tugas yang harus dilakukan oleh prajurit-prajurit ini.

Tugas yang dibebankan kepada 13 peterjun tersebut adalah membentuk dan menyusun gerilyawan, membantu perjuangan rakyat Kalimantan, membuat stasiun radio untuk perhubungan Yogyakarta– Kalimantan serta mengusahakan dan menyempurnakan daerah penerjunan untuk dijadikan daerah penerjunan selanjutnya.

Peristiwa penerjunan yang dilakukan oleh 13 prajurit AURI di Kalimantan tersebut merupakan peristiwa yang menandai lahirnya satuan tempur Pasukan Khas TNI Angkatan Udara yang dikukuhkan 20 tahun kemudian berdasarkan keputusan Men/Pangau nomor 54 tahun 1967, tanggal 12 Oktober 1967 bahwa tanggal 17 Oktober 1947 ditetapkan sebagai hari jadi Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat).

Tanggal itu pun merupakan awal sejarah penerjunan oleh prajurit TNI yang merupakan operasi penerjunan pertama di Indonesia serta dapat dikatakan untuk yang pertama kalinya operasi lintas udara dilakukan di Indonesia. 

Dalam perjalanan sejarahnya dan dengan dinamika penyempurnaan organisasi serta pemantapan satuan-satuan TNI maka berdasarkan keputusan Kasau Nomor Kep/22/iii/1985, tanggal 11 Maret 1985, Kopasgat berubah menjadi Pusat Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Puspaskhas).

Melihat perkembangan tugas, peran, fungsi dan eksistensi satuan-satuan paskhas dalam operasi gabungan TNI maupun sistem operasi udara diyakini semakin nyata dan sangat relevan, serta seiring dengan penyempurnaan organisasi TNI dan TNI Angkatan Udara tanggal 7 Juli 1997 sesuai Kep. Pangab nomor Kep/09/VII/1997, status Puspaskhas ditingkatkan dari Badan Pelaksana Pusat menjadi Komando Utama Pembinaan sehingga sebutan Puspaskhas berubah menjadi Korps Pasukan Khas (Korpaskhas).

Paskhas TNI-AU dikenal sebagai salah satu pasukan dengan kualifikasi terlengkap di dunia. Terdapat berbagai latihan serta yang harus dilewati sebelum bisa menjadi Paskhas seutuhnya. Latihan ini terkenal cukup berat, namun jika mereka lolos, maka seorang prajurit bisa menjadi tentara berkemampuan lengkap.

Latihan yang harus mereka lalui yaitu; Pengendali Tempur (Dalpur); Pengendali Pangkalan (Dallan); SAR Tempur; Jumping Master; Pertahanan pangkalan horizontal (Hanhor) dan pertahanan vertikal (Hanver).

Penangkis Serangan Udara; Jungle Warfare; Air Assault (Mobud); Raid operation; Pengaturan Lalu-Lintas Udara (PLLU); Meteo Komunikasi-Elektronika (Komlek); Perminyakan (Permi); Zeni lapangan (termasuk pionir, tali-temali, dll); Intelijen Tempur; Kesehatan; Ground Handling; Pemadam Kebakaran (PK); Angkutan; Perhubungan (PHB); Membaca pesawat (Suhu, Arah Angin, Kelembaban, dsb.); Air Traffic Controller (ATC).

Sungguh banyak metode yang harus dilewati oleh seorang tentara sebelum bisa menembus Paskhas. Beberapa dari latihan tersebut bahkan tidak berhubungan dengan kegiatan udara. Namun, inilah yang menyebabkan Paskhas begitu disegani oleh lawannya.

Sampai sejauh ini, dikabarkan belum ada satuan militer yang melakukan latihan layaknya Paskhas. Seorang Paskhas dikenal dengan kemampuan serba bisa, dan siap melindungi NKRI dari mara bahaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini