Share

Kerasnya Denjaka, Dilepas di Hutan hingga Kaki dan Tangan Diikat Lalu Dilempar ke Laut

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 05 Oktober 2021 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 337 2481218 kerasnya-denjaka-dilepas-di-hutan-hingga-kaki-dan-tangan-diikat-lalu-dilempar-ke-laut-btMVzRdo27.jpg Denjaka (Foto: TNI AL)

JAKARTA - Detasemen Jalamangkara (Denjaka) merupakan pasukan khusus di bawah naungan TNI Angkatan Laut. Berdiri pada 4 November 1984, Denjaka memiliki kemampuan tugas, terutama untuk menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan kelautan Indonesia.

Denjaka sendiri merupakan salah satu dari beberapa pasukan khusus yang ada di Indonesia, selain dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) milik TNI Angkatan Darat, serta Korps Pasukan Khas (Paskhas) milik TNI Angkatan Udara.

Pasukan Denjaka diwajibkan untuk mengikuti kursus penanggulangan antiteror aspek laut yang bermaterikan intelijen, taktik dan teknik anti-teror, dan anti-sabotase, dasar-dasar spesialisasi, serta komando kelautan dan keparaan lanjutan.

Baca Juga: Korps Marinir Bantah Denjaka Dikerahkan ke Papua Tumpas KKB

Tidak hanya itu, terdapat juga kursus lanjutan untuk meningkatkan fisik prajuritnya seperti pemeliharaan dan peningkatan kemampuan menembak, lari dan berenang, maupun peningkatan kemampuan bela diri. Denjaka juga mempelajari teknik infiltrasi, teknik pembebasan sandera, instalasi kapal, serta taktik kelautan.

Meskipun latihan tersebut sederhana, terdapat beberapa tahapan yang harus dilewati oleh pasukan Denjaka dalam latihan tersebut. Beberapa latihan yang harus dilakukan bahkan amat keras dan menyiksa.

Salah satu metode latihannya adalah dengan melepas perwira Denjaka di laut lepas dengan tangan dan kaki terikat. Berada di tengah laut dengan ombak ganas, mereka dituntut untuk bisa melepaskan diri. Itu dilakukan agar jika suatu saat mereka dilepas musuh dengan kondisi tangan dan kaki terikat, mereka bisa bertahan hidup.

Tidak hanya itu, para calon Denjaka juga dilepas di hutan tanpa perbekalan. Mereka harus bisa bertahan hidup menggunakan barang yang diberikan, yaitu garam.

Baca Juga: Aksi Menegangkan Denjaka "Lumpuhkan" Teroris di Cirebon

Hutan pun jadi sahabat yang akan membuat mereka tetap bertahan. Dari latihan itu, anggota Denjaka diproyeksi untuk memiliki kemampuan bertahan hidup di alam, melatih kemampuan fisik, hingga kemampuan skill perorangan.

Tidak heran, pasukan Denjaka tidak hanya dikenal tangkas, mereka juga merupakan prajurit intelektual dalam berbagai medan.

(Ari)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini