Share

"Minggu Neraka" Kopassus, Berenang Seberangi Laut dan Disiksa Layaknya Tawanan Perang

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 05 Oktober 2021 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 337 2481206 minggu-neraka-kopassus-berenang-seberangi-laut-dan-disiksa-layaknya-tawanan-perang-xf9LTaV9kn.jpg Kopassus (Foto: Kopassus.mil.id)

JAKARTA - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan pasukan khusus di bawah naungan TNI-Angkatan Darat. Berdiri pada 16 April 1952 (dulu disebut RPKAD), Kopassus merupakan korps dengan kemampuan lengkap di berbagai bidang maupun medan lapangan.

Prajurit Kopassus dilatih untuk menguasai berbagai keahlian seperti teknik tempur, membaca peta, pionir, patroli, survival, mendaki gunung, pendaratan kendaraan, hingga taktik perang gerilya. Mereka juga dilatih di berbagai medan perang mulai dari perkotaan, pegunungan, perhutanan, rawa-rawa, dan laut.

Latihan yang mereka lewati juga tidaklah sebentar. Para prajurit yang sudah mendedikasikan diri mereka sebagai Kopassus harus menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam menjalankan latihan di berbagai medan tersebut.

Baca Juga: Kisah "Ndeso" Kopassus saat Dikirim Bertugas ke Negara Asing

Sebagai permulaan, prajurit menghabiskan 18 minggu untuk mempelajari dasar-dasar dari Kopassus, mulai dari membentuk sikap dan kepribadian, keterampilan teknis dan taktis, serta pengetahuan-pengetahuan kemiliteran lainnya.

Latihan tersebut barulah permulaan. Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo yang juga mantan Danjen Kopassus menjelaskan dalam bukunya berjudul "Pramono Edhie Wibowo dan Cetak Biru Indonesia ke Depan" mengenai neraka apa yang menunggu prajurit Kopassus pasca latihan-latihan dasar.

Pahlawan yang berperan besar dalam menumpas G30S PKI ini mengikuti Tahapan Hutan Gunung hutan kawasan Citatah, Bandung. Di sana, dia dilatih untuk menjadi pendaki serbu, penjejakan dan survival di tengah hutan.

Tahapan tersebut diakhiri dengan berjalan kaki ke Situ Lembang-Cilacap dengan membawa sejumlah amunisi dan peralatan yang beratnya bisa mencapai belasan kilogram. Belum selesai sampai di sana, prajurit kembali mendapat latihan yang cukup berat di Cilacap, yaitu Tahap Rawa Laut atau kemampuan berinfiltrasi melalui rawa laut.

"Latihan di Nusakambangan ini merupakan latihan tahap akhir, tak heran bila disebut Hell Week atau Minggu Neraka," ujar Pramono Edhie dikutip dari buku Pramono Edhie Wibowo dan Cetak Biru Indonesia ke Depan.

Baca Juga: Kopassus dalam Penyamaran, Diuji Kesetiaan oleh Musuh dan Ditembaki Teman Sendiri

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Selama seminggu, prajurit mendapatkan materi navigasi laut, survival laut, pelolosan, renang ponco dan pendaratan menggunakan perahu karet. Calon prajurit komando harus mampu berenang melintasi selat dari Cilacap ke Nusakambangan.

Calon prajurit Kopassus dilepas sejak pagi hari ransum dan harus sampai di suatu titik pada pukul 10 malam. Mereka juga harus menghindari segala rintangan alam maupun tembakan musuh selama dalam tahap pelolosan.

Jika tertangkap, prajurit akan mendapat interogasi dan siksaan layaknya dalam medan perang sungguhan. Selama mendapat siksaan yang berlangsung selama 3 hari, prajurit dilarang membocorkan informasi kepada pihak musuh.

“Dalam Konvensi Jenewa, semua tawanan perang dilarang untuk disiksa, namun para calon prajurit Komando itu dilatih menghadapi semua hal terburuk di medan operasi,” tulis Pramono Edhie. 

Ujian yang mereka lewati cukup berat, sehingga siapapun yang mampu melewati tahapan tersebut maka dipastikan dapat menjadi perwira serba-bisa dan cekatan dalam menghadapi musuh.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini