Polri Minta Warga Tak Terprovokasi Isu Hoaks Kematian Eks Bupati Abock Busup

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 04 Oktober 2021 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 337 2481156 polri-minta-warga-tak-terprovokasi-isu-hoaks-kematian-eks-bupati-abock-yusup-Dfct768r3H.jpeg Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rusdi (foto: ist)

JAKARTA - Polri meminta kepada warga Yahukimo untuk tidak terprovokasi dengan munculnya isu hoaks terkait dengan penyebab kematian dari eks Bupati Yahukimo Abock Busup.

Diketahui, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Minggu 3 Oktober 2021, kemarin, terjadi kerusuhan. Peristiwa itu bermula pada pukul 12.45 WIT ketika massa Suku Kimyal pimpinan Kepala Suku Morome Keya Busup menggunakan dua unit mobil minibus membawa alat tajam seperti busur panah dan parang mendatangi masyarakat Suku Yali.

"Masyarakat Yahukimo tak terprovokasi dengan isu tak benar. Polda Papua sedang tangani dan terus koordinasi Polda Metro Jaya. Ini diisukan di sana menyebar bentroknya gereja, karena meninggal dunianya saudara Abock Busup. Ada isu tak benar karena sesuatu hal di luar kewajaran itu yang berkembang di sana," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (4/10/2021).

Baca juga:  Kabar Duka, Ketua PAN Papua Abock Bucup Meninggal Dunia

Menurut Rusdi, penyebab kematian daripada Abock Busup adalah hal yang wajar. Atau dengan kata lain, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan ataupun benda-benda terlarang di sekitar jasadnya.

"Hadi meninggalnya daripada korban diyakini bahwa merupkan proses wajar walaupun pada saat ini Polres Jakpus masih terus lidik terhadap meninggal dunianya korban," ujar Rusdi.

Baca juga:  Kronologi Kerusuhan di Yahukimo, Hotel dan Rumah Dibakar

Kendati begitu, Rusdi menyatakan pihak keluarga tidak bersedia untuk korban dilakukan proses autopsi. Menurut keluarga, disampaikan Rusdi, sudah menerima dan akan menjelaskan penyebab kematiannya kepada keluarga lain dan masyarakat Yahukimo.

"Masih diteliti di dalami, pada saat autopsi penyebab meninggal dunia, dari keluarga keberatan, keluarga nyatakan menerima takdir dan akan jelaskan ke keluarga lain dan masyarakat Yahukimo. Sekarang ditangani kasus Polda Papua," ucap Rusdi.

Untuk diketahui, peristiwa itu bermula pada pukul 12.45 WIT ketika massa Suku Kimyal pimpinan Kepala Suku Morome Keya Busup menggunakan dua unit mobil minibus membawa alat tajam seperti busur panah dan parang mendatangi masyarakat Suku Yali.

Kemudian, sekitar pukul 12.50 WIT, personel Polres Yahukimo mendapat informasi dari warga bahwa telah terjadi penyerangan terhadap masyarakat Suku Yali. Kasat Intelkam AKP I Nengah S Gaspar bersama 20 personel lainnya kemudian langsung menuju lokasi.

Sekitar pukul 13.00 WIT, kelompok massa tersebut berhasil dihalau dan kemudian meninggalkan TKP dengan menggunakan dua unit minibus menuju ke Komplek Suku Yali di perumahan masyarakat komplek Telkomsel.

Pukul 13.20 Wit, massa kembali melakukan penyerangan terhadap masyarakat Suku Yali yang berada di Hotel Nuri, dilanjutkan dengan pembakaran gedung hotel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini