Share

Terpilih Jadi Sekda, Yusmada Dimintai Rp200 Juta oleh Wali Kota Nonaktif Tanjungbalai

Indra Purnomo, MNC Portal · Senin 04 Oktober 2021 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 337 2481117 terpilih-jadi-sekda-yusmada-dimintai-rp200-juta-oleh-wali-kota-nonaktif-tanjungbalai-vV6Q15NSOM.jpg Usai terpilih menjadi Sekda, Yusmada mengaku diminta Rp200 juta oleh Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial. (Foto : MNC Portal/Indra Purnomo)

JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungbalai, Yusmada, mengatakan dirinya dimintai uang terima kasih oleh Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial senilai Rp200 juta. Hal itu setelah dirinya terpilih menjadi Sekda. Adapun Yusmada merupakan tersangka pemberi suap ke M Syahrial.

Hal itu terungkap saat Yusmada hadir sebagai saksi untuk tersangka mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju dalam perkara suap, Senin (4/10/2021). Saksi lainnya adalah Sebastian D Marewa.

Yusmada mengatakan, pemberian uang terima kasih itu disampaikan Sajali Lubis kepada dirinya. Sajali Lubis memberitahukan kepada Yusmada soal pemberian uang terima kasih di tengah proses seleksi jabatan Sekda Pemkot Tanjungbalai.

"Saat seleksi ada orang wali kota namanya Sajali Lubis, menyampaikan bapak yang terpilih jadi Sekda. Itu masih seleksi," ujar Yusmada di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (4/10/2021).

Kemudian, Yusmada menceritakan apa yang disampaikan Sajali Lubis kepada dirinya "Kalau bapak terpilih, bapak sampaikan uang terima kasih ke bapak wali kota Rp200 juta," ujarnya.

"Akhirnya begitu saya mau dilantik, dia datang tanggal 5 September 2019. Dilantik itu tanggal 12, pada tanggal 6 telpon saya menyiapkan uang Rp200 juta," kata Yusmada.

Sementara itu, Yusmada mengaku dirinya hanya sanggup menyiapkan uang senilai Rp100 juta sebagai ucapan terima kasih kepada M Syahrial.

"Tapi saya punya Rp100 juta karena kemampuan saya segitu. Saya berikan melalui Sajali Lubis kepada Pak Wali," ujar Yusmada.

Baca Juga : Walkot Tanjungbalai M Syahrial Divonis 2 Tahun Penjara

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Sebagaimana diketahui, Stepanus Robin Pattuju didakwa menerima suap sebesar Rp11.025.077.000 dan USD36.000 atau setara Rp513 juta dari berbagai pihak. Jika ditotal, Stepanus Robin menerima suap Rp11,5 miliar. Ia didakwa menerima suap bersama-sama dengan rekannya seorang pengacara, Maskur Husain.

Adapun uang Rp11,5 miliar tersebut berasal dari Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial sebesar Rp1,69 miliar. Kemudian, sejumlah Rp3 miliar dan USD36.000 berasal dari Wakil Ketua DPR RI asal Golkar, Azis Syamsuddin dan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Aliza Gunado.

Stepanus Robin juga disebut menerima Rp507 juta dari mantan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan senilai Rp5,1 miliar dari mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Stepanus juga disebut menerima uang dari Direktur PT Tenjo Jaya Usman Effendi sebesar Rp525 juta.

Atas perbuatannya, Stepanus Robin dan Maskur Husain disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini