Share

5 Fakta HUT TNI, Ini Pasang Surut Tentara Nasional Indonesia

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 05 Oktober 2021 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 337 2481094 5-fakta-hut-tni-ini-pasang-surut-tentara-nasional-indonesia-CSjH2xJ8Uk.jpg HUT Ke-76 TNI. (Foto: tni.mil.id)

JAKARTA - HUT Ke-76 TNI jatuh pada 5 Oktober 2021. TNI yang merupakan singkatan dari Tentara Nasional Indonesia semula bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Berikut ini adalah sejumlah fakta terkait Hari TNI tersebut.

1. Hari TNI diperingati pada 5 Oktober

Awalnya, TNI bernama TKR yang dibentuk pada 5 Oktober 1945. Melansir laman resmi Puspen Mabes TNI, nama tersebut kemudian berganti lagi menjadi TRI atau Tentara Republik Indonesia. Baru kemudian, resmi menjadi TNI di tanggal 3 Juni 1947. Nama itu resmi disahkan oleh presiden Indonesia, Soekarno.

Baca juga: Amarah Bung Karno Meledak saat LB Moerdani Tolak Nikahi Putri Kesayangannya


Baca juga: Kisah Kesaktian Jenderal Soedirman saat Dikepung Militer Belanda

2. Tantangan TNI di Awal Kemerdekaan

Indonesia sempat mengalami krisis selama perang kemerdekaan yang berlangsung pada 1945 hingga 1949. Saat itu pula, TNI sanggup menunjukkan taringnya sebagai kekuatan yang mumpuni. Meskipun, saat itu TNI juga mendapat tekanan dari lini politik dan militer.

Tekanan politik terbesar yang dihadapi TNI ketika itu adalah eksisnya golongan komunis yang dengan gencar menanamkan pengaruhnya ke TNI. Sementara itu, tantangan dari sisi militernya adalah pergolakan pertempuran yang hadir akibat pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) di Madiun dan Darul Islam di Jawa Barat.

Keduanya sama-sama mengancam keutuhan Indonesia, sehingga wajib diberantas. Kemudian, TNI juga harus menghadapi agresi militer Belanda yang kembali berusaha merebut Indonesia. Kesulitan sangat terasa, lantaran pihak asing lebih diuntungkan dengan bekal persenjataan yang canggih.

3. TNI Jadi ABRI

Nama TNI sempat pula berganti nama menjadi ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) di tahun 1962. Kemudian, berganti lagi menjadi TNI di tahun 1999.

4. HUT TNI Kelabu


HUT TNI pernah dirayakan dengan darah, isak tangis dan awan hitam pada 5 Oktober 1965. Ketika itu, 6 Jenderal dan seorang perwira TNI AD menjadi korban pasukan G30S/PKI. Jenderal Abdul Harris Nasution, Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia menyatakan belasungkawanya atas kejadian berdarah itu.

Apalagi, Nasution juga sebenarnya masuk ke dalam daftar Jenderal yang menjadi incaran PKI, melalui upaya penculikan oleh pasukan Tjakrabirawa. Namun, ia berhasil lolos dan menyelamatkan diri. Sementara itu, ajudannya, Letnan Pierre Andries Tendean gugur akibat peristiwa itu. Seraya menangis, Nasution berkata bahwa hari ABRI saat itu (TNI ketika itu masih bernama ABRI), merupakan hari paling kelabu sepanjang masa.

5. HUT Ke-76, TNI pamer 112 Alutsista di Istana Merdeka

Hari kelabu itu telah lewat. Kini, TNI sudah berbenah dan lebih kuat dalam menjaga kedaulatan Indonesia. Bahkan, saat ini perayaan HUT TNI menjadi satu hal yang paling ditunggu, karena syarat akan perayaam meriah dan semarak.

Biasanya, setiap angkatan yakni TNI AD, TNI AL dan TNI AU akan memamerkan alat pertahanan atau alutsistanya yang menjadi kebanggaan. Terlebih, atraksi pesawat tempur TNI AU yang menghiasi angkasa setiap 5 Oktober.

Pada perayaan di tahun 2021 ini, TNI mempertontonkan kurang lebih 112 alutsista di Istana Merdeka, Jakarta. Karena masih berada dalam suasan pandemi Covid-19, maka jumlah prajurit yang ambil bagian juga dikurangi.

Jenis alutsista yang ada adalah 2 unit kendaraan taktis Sherpa Light Sciut, 8 unit Indonesia Light Strike Vehicle atau ILSV, 35 unit kendaraan taktis Anoa, 19 unit P6 Atav dan 2 unit Rantis Bushmater. Selain itu, ada juga 1 unit Aligator, 24 unit kendaraan Rudal Mistral, 2 unit BTR 4, 2 unit APC Turangga, 6 unit Armed Caesar 155 MM, 4 unit MLRS Astros, 2 unit Orlikon Skyshild, dan 5 unit MLRS atau peluncur roket multiple. 

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini