Share

Terungkap! Azis Syamsuddin Ternyata Punya 8 'Bekingan' di KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 04 Oktober 2021 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 337 2481051 terungkap-azis-syamsuddin-ternyata-punya-8-bekingan-di-kpk-1ArkpUxRoK.jpg Azis Syamsuddin/ MPI

JAKARTA - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Sekretaris Daerah (Sekda) nonaktif Tanjungbalai, Yusmada sebagai saksi dalam sidang lanjutan untuk terdakwa mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju, Senin (4/10/2021).

(Baca juga: Eks Jenderal Kopassus Calon Kuat Pengganti Azis Syamsuddin)

Dalam persidangan hari ini, muncul kembali nama mantan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin. Dia disebut mempunyai delapan 'orang' di lembaga antirasuah. Sebanyak delapan orang yang diduga bekingan Azis Syamsuddin tersebut, disebut bertugas unyuk mengamankan perkara serta Operasi Tangkap Tangan (OTT). Demikian hal itu terungkap setelah tim jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yusmada.

(Baca juga: Rapat Paripurna DPR Hari Ini Tetapkan Lodewijk Jadi Wakil Ketua DPR)

"BAP Nomor 19, paragraf 2, saudara menerangkan bahwa M. Syahrial mengatakan dirinya bisa kenal dengan Robin karena dibantu dengan Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI karena dipertemukan di rumah Azis di Jakarta," ujar jaksa KPK di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (4/10/2021).

"M. Syahrial juga mengatakan bahwa Azis punya 8 orang di KPK yang bisa digerakkan oleh Azis untuk kepentingan Azis, OTT atau amankan perkara. Salah satunya Robin," imbuhnya.

Diketahui, BAP yang dibacakan jaksa tersebut merupakan percakapan antara Yusmada dengan Wali Kota non-aktif Tanjungbalai, M Syahrial. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Tanjungbalai.

Usai membacakan BAP tersebut, jaksa kemudian mengonfirmasi kepada Yusmada soal pengamanan perkara yang dimaksud. Yusmada berdalih tidak mengetahui perkara apa yang dimaksud.

"Perkara apa?" tanya jaksa.

"Enggak ada disampaikan," timpal Yusmada.

Yusmada menyebut bahwa informasi delapan orang di KPK untuk pengamanan perkara Azis Syamsuddin terlontar dari mulut Syahrial. Yusmada tak mengetahui lebih jauh.

"Cuma ngomong untuk kepentingan Azis Syamsuddin aja?" tanya jaksa.

"Iya pak," jawab Yusmada.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Diketahui sebelumnya, Stepanus Robin Pattuju didakwa telah menerima suap sebesar Rp11.025.077.000 dan 36.000 dolar AS atau setara Rp513 juta dari berbagai pihak. Jika ditotal, Stepanus Robin menerima suap Rp11,5 miliar. Ia didakwa menerima suap bersama-sama dengan rekannya seorang pengacara, Maskur Husain.

Adapun, uang sebesar Rp11,5 miliar tersebut berasal dari Wali Kota non-aktif Tanjungbalai, M Syahrial sebesar Rp1,69 miliar. Kemudian, sejumlah Rp3 miliar dan 36.000 dolar AS berasal dari Wakil Ketua DPR RI asal Golkar, Azis Syamsuddin dan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Aliza Gunado.

Lantas, Stepanus Robin juga disebut menerima Rp507 juta dari mantan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan senilai Rp5,1 miliar dari bekas Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Stepanus juga disebut menerima uang dari Direktur PT Tenjo Jaya, Usman Effendi, sebesar Rp525 juta.

Atas perbuatannya, Stepanus Robin dan Maskur Husain disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini