Cerita Jokowi Tanam Jagung Bersama Petani di Sorong

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 04 Oktober 2021 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 337 2480959 cerita-jokowi-tanam-jagung-bersama-petani-di-sorong-1jNuvvuJI4.jpg Presiden Jokowi tanam jagung bersama petani di Sorong (Foto: Agus Suparto)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun langsung menanam jangung bersama para petani di Kabupaten Sorong, Papua Barat, Senin (4/10/2021).

Kepala Negara tampak menggunakan alat khusus saat menanam jagung bersama para petani di lokasi. Dia pun tetap memakai masker, kemeja putih, celana hitam, dan sneakers dalam menanam biji dari tanaman palawija tersebut.

"Saya ikut menanam benih jagung bersama para petani Papua Barat di satu lokasi di Kabupaten Sorong, pagi ini. Para petani di sini sudah memanfaatkan teknologi pertanian untuk mengolah lahan mereka," kata Jokowi dalam keterangannya di akun Instagram pribadinya.

Jokowi pun tampak mendorong alat penanam biji jangung tersebut bersama para petani di lokasi. Alat yang didorong secara manual ini bisa menghasilkan 10 lubang yang langsung diisi biji jagung dalam sekali dorong, sehingga jauh lebih efektif ketimbang menanam pakai cangkul maupun tonjo.

Baca juga: Asyiknya Jokowi Makan Jagung Rebus di Pinggir Jalan Kabupaten Sorong

Menurut dia, Papua Barat berpotensi menjadi salah satu daerah penghasil komoditas pertanian di wilayah Indonesia bagian timur.

"Papua Barat memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produsen komoditas pertanian di Indonesia timur. Provinsi ini memiliki 11.000 hektare lahan tanaman jagung dan 7.000.000 hektare untuk tanaman pangan dan hortikultura. Lahannya sangat luas, tapi pemanfaatannya baru 33 persen," jelas dia.

Baca juga: Beri Alat Pertanian untuk Petani di Sorong, Jokowi Ingin Pemanfaatan Lahan Ditingkatkan

Jokowi telah meminta Menteri Pertanian (Menpan) Syarul Yasin Limpo dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan untuk lebih meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Sorong dan sejumlah daerah lainnya di Papua Barat.

"Caranya, dengan mengubah sistem tanam dari satu kali menjadi dua atau tiga kali tanam dalam setahun, memanfaatkan teknologi pertanian, pelatihan, membuka akses permodalan, juga adanya pengairan," tuturnya.

Dia berharap, kebutuhan pangan warga di Tanah Cendrawasih dapat dipenuhi dari hasil pertanian di pulaunya sendiri.  "Dengan begitu, kebutuhan pangan di Tanah Papua dapat dipenuhi dengan hasil dari Pulau Papua sendiri," imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta.

Baca juga: Jokowi: Papua Barat Berpotensi Jadi Produsen Utama Komoditas Pertanian

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini