Jamaah Indonesia Belum Bisa Umrah, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Harus Bisa Yakinkan Saudi

Kiswondari, Sindonews · Senin 04 Oktober 2021 05:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 337 2480765 jamaah-indonesia-belum-bisa-umrah-wakil-ketua-mpr-pemerintah-harus-bisa-yakinkan-saudi-YioRF5tM3z.jpg Ilustrasi (Foto : AFP)

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan meminta Pemerintah Indonesia untuk melakukan komunikasi yang intensif dengan Pemerintah Arab Saudi. Pasalnya, hingga kini, Pemerintah Arab Saudi belum mengizinkan jamaah asal Indonesia untuk melakukan ibadah umrah.

Mengutip dari Saudi Gazette, Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi mengumumkan kapasitas jemaah yang diizinkan umrah dan salat di Masjidil Haram bertambah. Dari semula 70 ribu menjadi 100 ribu per hari. Namun, jamaah asal Indonesia belum mendapatkan izin sama sekali untuk beribadah di Masjidil Haram. Hal ini pun dikonfirmasi oleh Konsul Jenderal KJRI Jeddah.

“Kebijakan seperti ini harusnya bisa dikomunikasikan dengan pihak Saudi sehingga jamaah asal Indonesia dapat kembali beribadah dan melaksanakan umrah di Masjidil Haram,” kata Syarief dalam keterangannya dikutip Senin (4/10/2021).

Syarief menilai, Saudi Arabia akan sangat mempertimbangkan posisi Indonesia yang sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Sehingga pemerintah Indonesia arus terus melakukan lobi.

Baca Juga : Selama Pandemi Jamaah Hanya Boleh Sekali Umrah, Sekali Sholat di Raudlah

“Kita juga berkepentingan karena Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Sehingga, Pemerintah harus terus melakukan lobi dengan intensif Pemerintah Saudi,” desaknya.

Menurut Anggota Komisi I DPR ini, pemerintah harus bisa meyakinkan dengan menunjukkan data. Selama ini Pemerinrah Indonesia telah dapat menurunkan angka penularan Covid-19 secara signifikan sekali. Harusnya, data tersebut ditunjukkan kepada Pemerintah Saudi sehingga menjadi penguat agar jamaah asal Indonesia mendapatkan izin melaksanakan umrah.

Politisi Senior Partai Demokrat ini juga mengaku heran dengan data Covid-19 di Indonesia. Selama ini, Pemerintah mengklaim sesuai data bahwa telah berhasil menurunkan Covid-19, namun masih banyak negara, termasuk Arab Saudi yang belum mempercayainya yang dibuktikan dengan belum memberi izin umrah.

“Ini karena data kematian yang sekalipun sudah menurun, namun tracing dan testing juga yang menurun, sehingga kita harus dorong tes kembali ditingkatkan hingga tidak ada lagi kasus Covid-19 dan angka kematian semakin dapat ditekan,” pungkas Syarief.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini