Survei SMRC: 84% Masyarakat Tak Setuju PKI Bangkit Lagi

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Jum'at 01 Oktober 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 337 2479849 survei-smrc-84-masyarakat-tak-setuju-pki-bangkit-lagi-DtWCBfkJ8n.jpg Hasil survei SMRC (Foto : Tangkapa layar video)

JAKARTA - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan survei terkait 'sikap publik pada Pancasila dan ancaman komunis'. Manager Program SMRC, Saidiman Ahmad menjelaskan hasil temuan terhadap sikap masyarakat terhadap isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Mayoritas warga, 84%, tidak setuju dengan pendapat bahwa sekarang terjadi kebangkitan PKI di tanah air. Yang setuju hanya 14%. Yang tidak menjawab 2%," kata Saidiman melalui kanal Youtube SMRC TV, Jumat (1/10/2021).

Saidiman menambahkan dari angka 14 persen yang setuju kebangkitan PKI sebanyak 7 persen dari total populasi menilai sudah menjadi ancaman nyata bagi Indonesia.

"Dari 14% yang setuju, ada 49% (7% dari total populasi) yang menilai kebangkitan itu sudah menjadi ancaman nyata bagi negara. Dan ada 24% (3% dari total populasi) yang menilai ancaman itu sedikit sudah menjadi ancaman bagi negara," paparnya.

Baca Juga : Kisah Anak-anak Korban G30S, Alami Trauma hingga Silaturahmi dengan Mantan PKI

Menurut Saidiman, isu kebangkitan PKI sudah tidak banyak direspon oleh masyarakat. "Dalam 6 tahun terakhir (Oktober 2015 - September 2021) yang percaya hanya berkisar 10-16%. Tidak banyak berubah," ungkapnya.

Sementara itu, Saidiman menambahkan terkait isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) orang PKI dari temuan survei mayoritas masyarakat tidak setuju.

"Mayoritas warga, 75%, tidak setuju dengan pendapat yang menyebut Presiden Jokowi adalah orang PKI atau setidaknya terkait dengan PKI. Yang setuju hanya 8%, dan yang tidak menjawab 16%," ujarnya.

Lebih lanjut, isu Jokowi PKI pun tidak mendapatkan respon banyak dari masyarakat. "Isu bahwa Jokowi adalah orang PKI/terkait PKI juga tidak banyak direspon warga. Yang percaya dengan isu tersebut tidak banyak berubah dari 2017-2021 hanya berkisar 3-8%," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini