Fakta Terbaru Pembunuhan Sadis di Subang, Polisi Bilang Segera Terungkap hingga Curhat Pacar Amalia

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Jum'at 01 Oktober 2021 19:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 337 2479767 fakta-terbaru-pembunuhan-sadis-di-subang-polisi-bilang-segera-terungkap-hingga-curhat-pacar-amalia-4KY5P9o9Qz.jpg TKP pembunuhan di Subang. (Foto: Yudy Heryawan)

BANDUNG - Pembunuhan ibu dan anak di Subang hingga saat ini masih diselimuti misteri. Hal ini membuat publik semakin bertanya-tanya tentang apa penyebab sulitnya mengungkap kasus ini.

Berikut adalah fakta terbaru dari kasus pembunuhan ibu dan anak, mulai dari curhat pacar korban hingga Kapolda Jabar sebut kasus akan segera terungkap.

1. Pacar Korban Ungkap Kerinduan

Salah satu sosok yang menjadi sorotan dalam pembunuhan ibu dan anak di Subang adalah Dicky Ramdani (24) sebagai pacar Amalia Mustika Rahayu (23).

Dalam acara 40 hari meninggalnya Amalia dan ibunya Tuti, Dicky hadir dan mengungkapkan kerinduannya pada sang pacar.

Keduanya diketahui saling kenal pada 2015 saat masuk di program studi yang sama yakni manajemen bisnis di sebuah kampus. Benih-benih cinta membuat keduanya memutuskan berpacaran pada 2017.

Menurutnya, salah satu yang membuatnya kangen adalah sifat manja Amalia. Apalagi mereka sempat kuliah di kampus yang sama. 

“Di motor berdua sering bercanda, terus sifat manjanya itu yang terus diingat,” ujar Dicky.

Bahkan, Dicky mengaku sering bermimpi bertemu Amalia. Di dalam mimpi seolah-olah mereka sedang berkirim pesan chat.

2. Keterangan Dicky

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa puluhan saksi, termasuk Yosef suami korban Tuti atau ayah Amelia, istri muda Yosef, Mimin, beserta dua orang anaknya dan juga Dicky.

Dicky mengaku bahwa pada malam sebelum jasad Amelia dan ibunya ditemukan, Rabu 18 Agustus 2020 pagi, dia sempat berkomunikasi dengan pacarnya tersebut melalui WhatsApp.

"Saat itu pacar saya terkahir mengirim pesan pukul 22.47 WIB. Saya tanya, sedang apa. Amel menjawab, sedang main game di tablet," ujar Dicky tiga pekan setelah kasus pembunuhan.

Keterangan ini juga, kata Dicky, disebutkan dalam BAP saat dia diminta sebagai saksi oleh polisi, disertai bukti pesan lainnya yang ada pada handphone miliknya saat berkomunikasi dengan korban. 

Dicky juga mengklarifikasi soal penghapusan foto yang ada di Instagram pribadi Amelia, yang sebelumnya dikaitkan dihapus oleh pelaku. Menurutnya, foto Amela dalam media sosial itu masih ada dan tidak dihapus. Dia sengaja yang membuat agar foto pacarnya tidak dapat dilihat oleh siapapun, alasanya kasihan kepada Amelia.

3. Kapolda Jabar Sebut Kasus Segera Diungkap 

Kapolda Jabar, Irjen Ahmad Dofiri saat ditemui di sela pemantauan vaksinasi di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memberikan bocoran bahwa kasus tersebut secepatnya diungkap ke publik dalam waktu dekat.

 "Kita ingin dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi bisa terungkap," ucapnya saat ditanya wartawan, Kamis (30/9/2021).

Dofiri mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman dan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut. 

"Pendalaman terus dilakukan, termasuk pemeriksaan beberapa saksi-saksi," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga memperdalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan di daerah Dusun Ciseuti. Pihaknya ingin dengan proses pendalaman informasi yang terus dilakukan misteri pembunuhan tersebut bisa segera terungkap. 

"Lokasi TKP terus kita perdalam lagi, mencari bukti-bukti. Semoga seceatnya terungkap, karena tim sedang bekerja keras," tuturnya. 

4. Penyidik Minta Diberikan Waktu

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi Ardimulan Chaniago mengungkapkan, banyaknya kabar simpang siur terkait kasus tersebut menyulitkan pihak penyidik untuk mengungkap tabir di balik misteri pembunuhan itu. 

"Supaya semuanya tidak menduga-duga, mereka-reka, pertama biarkan penyidik bekerja karena dengan adanya pemberitaan-pemberitaan yang simpang siur, bukan berasal dari penyidik, ini tentunya akan menjadi kendala kita tersendiri, oleh penyidik," ungkap Erdi kepada wartawan, Kamis.

Karena itu, Erdi meminta semua pihak untuk memberikan waktu kepada penyidik dalam melakukan pendalaman terkait masalah pembuktian-pembuktian secara konvensional, mulai dari olah TKP hingga berbagai kecurigaan yang terekam melalui kamera pengawas atau CCTV dan lainnya.

"Nah, ini sedang kita dalami kembali secara intensif untuk penyesuaian antara petunjuk-petunjuk dengan bukti-bukti yang ada. Tentunya membutuhkan waktu. Kita tidak bisa semudah itu menuduh orang, tanpa kita mempunyai bukti-bukti dan petunjuk," tegas Erdi lagi. 

5. Ungkap Kasus Secara Profesional

Erdi juga meyakinkan bahwa penyidik tetap akan bekerja secara profesional dalam mengungkap kasus tersebut. Seluruh bukti dan temuan di TKP bakal dijadikan dasar sebagai mengungkap pelaku pembunuhan.

"Silakan masyarakat menduga dan sebagainya, tetapi kami tetap profesional untuk menentukan tersangka berdasarkan petunjuk dan bukti yang sudah kita terima dan kemudian dari hasil evaluasi dan nanti akan ada gelar perkara. Namun, kita penyidik masih konsentrasi dalam upaya pengungkapan dengan mengumpulkan bukti-bukti dan petunjuk yang lain," ucapnya. 

Disinggung apakah sudah ada orang yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan sadis itu, Erdi menyatakan, pihaknya belum dapat menjabarkan hal tersebut.

"Insya Allah, saya tidak bisa berandai-andai mengarah atau tidaknya, tetapi kita akan upayakan mencari tersangkanya karena ini merupakan suatu kejahatan yan luar biasa, kemungkinan terencana. Kita akan tetap mencoba fokus dalam rangkaian penyelidikan untuk tangkap tersangka," jelas Erdi. 

"Pada prinsipnya tidak sulit, cuma kita membutuhkan waktu karena menentukan tersangka itu harus dengan pembuktian. Kita butuhkan waktu," lanjutnya.

Terkait adanya kecurigaan pelaku pembunuhan merupakan pembunuh bayaran, Erdi juga belum bisa mengungkapkan hal tersebut. 

"Belum tahu," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini