Curah Hujan Tinggi Akibatkan Banjir dan Longsor di Padang, 418 Warga Dievakuasi

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 01 Oktober 2021 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 337 2479721 curah-hujan-tinggi-akibatkan-banjir-dan-longsor-di-padang-418-warga-dievakuasi-50NkmhHcSk.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hujan sangat lebat mengakibatkan banjir dan tanah longsor di wilayah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, pada Rabu 29 September 2021, pukul 14.00 WIB. Banjir masih menggenangi beberapa titik hingga Kamis petang lalu dengan tinggi muka air sekitar 30 cm.

BPBD Kota Padang telah melakukan koordinasi dengan berbagai unsur, seperti BPBD provinsi, Basarnas, TNI, Polri serta mitra terkait lainnya untuk upaya penanganan darurat.

“Pada saat banjir terjadi, ketinggian muka air berkisar 50 – 150 cm sehingga kesiapsiagaan dalam evakuasi warga dilakukan tim gabungan di lapangan. Sebanyak 418 warga telah dievakuasi ke tempat yang aman,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Jumat (1/10/2021).

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sejumlah kelurahan di delapan kecamatan terdampak banjir. Kelurahan terdampak dari pendataan kaji cepat sebagai berikut yakni Kelurahan Lubuk Buaya, Air Pacah, Batipuh Panjang, Dadok Tunggul Hitam dan Padang Sarai di Kecamatan Koto Tangah.

Baca juga: Kasus Begal Payudara di Padang, Polisi Terus Buru Pelaku

Kemudian, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Pegambiran dan Tanjung Aur Nan XX di Kecamatan Lubuk Begalung. Kelurahan Gantiang Parak Gadang, Sawahan, Batang Arau dan Jati di Kecamatan Padang Timur. Kelurahan Rawang dan Seberang Padang di Kecamatan Padang Selatan.

Sedangkan wilayah terdampak di satu kelurahan teridentifikasi di Kelurahan Indarung di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kelurahan Gunung Sarik di Kuranji, Kelurahan Batang Arau di Padang Selatan, Kelurahan Tabiang Banda Gadang di Nanggalo.

Baca juga: Didukung BNPB, Pemkab Jayapura Pastikan PON Papua Disiplin Protokes

Data sementara BPBD Kota Padang pada Kamis 30 September 2021 tercatat 350 unit rumah terendam dan dua titik jalan terdampak material longsor.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, pada hari ini, wilayah Sumatra Barat masih berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang. Namun untuk wilayah-wilayah yang saat ini terdampak memiliki cuaca cerah hingga berawan. Sedangkan pada esok hari, Sabtu 2 September 2021, wilayah Sumatera Barat secara umum ini masih berpeluang hujan.

Pada analisis potensi gerakan tanah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menginformasikan wilayah di Kota Padang yang berpotensi pada bahaya tersebut dengan kategori menengah hingga tinggi, seperti di Bungus Teluk Kabung, Koto Tangah, Lubuk Kilangan, Lubuk Selatan dan Pauh. Hanya ada satu wilayah dengan potensi bahaya tinggi gerakan tanah yaitu di Lubuk Begalung.

Baca juga: Pastikan Prokes, Ganip Warsito Tinjau 3 Venue PON XX Papua

BNPB terus menerus mengimbau warga untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah di saat musim hujan berlangsung. Pemantauan bahaya dan risiko terhadap bahaya hidrometeorologi dapat dilakukan dengan mengakses aplikasi inaRISK maupun info BMKG. Di sisi lain, warga diminta untuk waspada terhadap potensi gerakan tanah yang dipicu oleh curah hujan dan kondisi potensi yang sudah terjadi.

Baca juga: 1.969 Bencana Terjadi Sepanjang Januari-September 2021, Korban Meninggal 519 Orang

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini