Saat Kerajaan Majapahit Dipimpin 2 Putri Keturunan Raden Wijaya

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 01 Oktober 2021 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 337 2479614 saat-kerajaan-majapahit-dipimpin-2-putri-keturunan-raden-wijaya-4hr1Kx86Xz.jpg Illustrasi Kerajaan Majapahit (foto: istimewa)

TERBUNUHNYA Raja Jayanegara penguasa Majapahit oleh abdi dalemnya sendiri bernama Tanca, membuat dua perempuan ini selamat. Bagaimana tidak dua perempuan yakni Tribuwanatunggadewi dan Dyah Wiyat atau Rajadewi Maharajasa, keturunan dari Raden Wijaya selamat dari cengkeraman Jayanegara.

Dikisahkan dalam buku "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit" karya Slamet Muljana, kedua putri itu akhirnya memerintah di dua wilayah berbeda. Tribuwanatunggadewi memimpin Kahuripan dan Rajadewi Maharajasa memerintah Daha.

Baca juga: Tewasnya Ranggalawe Membuat Wilayah Majapahit Jadi 2 Bagian

Keduanya memerintah wilayah masing-masing dengan gelar rani Kahuripan dan rani Daha. Tak hanya itu, sepeninggal Jayanegara membuat para laki - kami jejaka yang mempunyai ketertarikan kepada dua putri itu berani menginjakkan istana Majapahit lagi, untuk melakukan pendekatan.

Pada tahun 1250 Saka atau 1328 Masehi pun putri Tribuwanatunggadewi menikahi Sri Kertawardana dari Singasari, putra Cakradara. Sedangkan Rajadewi Maharajasa atau bhre Daha menikah dengan Raden Kuda Amerta dari Wengker, atau Bhreng Prameswara ring Pamotan, dengan nama abiseka sri Wijayarajasa.

Baca juga: Majapahit di Era Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Masyarakat Muslim Bermukim di Ibu Kota

Selanjutnya kedua putri Raden Wijaya ini memimpin Majapahit. Tribuwanatunggadewi dinobatkan sebagai rani Majapahit atau raja Majapahit. Ia memerintah bersama adiknya rani Daha atau Rajadewi Maharajasa.

Pemerintahan bersama dilakukan agar segala kesulitan yang mungkin timbul jika seandainya hanya rani Kahuripan atau Tribuwanatunggadewi saja yang memegang tampuk pemerintahan. Hal ini tak lepas dari hasil pemikiran Gajah Mada, yang terkenal sebagai orang bijaksana dalam tindakannya.

Kedua putri ini mengadakan persekutuan untuk memerintah Kerajaan Majapahit. Sementara saat itu patih amangku bumi masih tetap dijabat Aria Tadah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini