Share

Bacakan Pleidoi, Jumhur Hidayat Menangis Bangga dengan Istrinya

Ari Sandita Murti, Sindonews · Kamis 30 September 2021 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 337 2479451 bacakan-pleidoi-jumhur-hidayat-menangis-bangga-dengan-istrinya-fsvvHnT987.jpg Jumhur Hidayat menjalani sidang di PN Jakarta Selatan (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita hoaks tentang Omnibus Law UU Ciptaker, Jumhur Hidayat membacakan pleidoinya di persidangan PN Jakarta Selatan pada Kamis (30/9/2021) yang berjudul Bumiputera Menggugat. Dia pun menangis membaca pleidoi saat menceritakan istrinya, Alia Febiyani.

Sepenggal poin pleidoi yang dibacakan Jumhur itu menceritakan saat dia hendak ditangkap di rumahnya, penggeledahan di rumahnya, dan penyitaan yang dilakukan polisi pada sejumlah barang-barang dan dokumen miliknya. Lalu, menceritakan pula bagaiamana istrinya saling dorong pintu dengan sejumlah orang yang hendak memasuki rumahnya untuk menangkapnya.

"Tahukah kenapa istri saya begitu bersemangat mempertahakan agar tak terjadi keributan di kamar saya, tiada lain karena dia ingin melindungi saya yang baru saja selesai menjalani dioperasi pengambilan kantong empedu," ujar Jumhur saat membacakan pleidoinya di PN Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2021).

Baca Juga:  Jumhur Akui Posting soal UU Primitif di Persidangan

Menurutnya, saat dioperasi itu dia mengalami pembiusan total selama 5 jam, perutnya lalu dibedah dengan 3 sobekan dan saat pulang serta hendak ditangkap itu, dia juga masih memiliki perban di bagian perutnya itu serta masih berdarah. Sebabnya, dia belum sempat sampai 36 jam hingga akhirnya dia keluar dari rumah sakit tempatnya dioperasi.

"Maka itu, dengan sama sekali tak mengurangi rasa hormat, izinkan saya sampaikan terima kasih dan rasa bangga pada istri saya, Alia Febiyani atas keberaniannya menghadapi segerombolan orang pengecut, berjumlah 30 orang hanya untuk menangkap orang seperti saya yang tak punya rekam jejak kekerasan," kata Jumhur sambil menangis.

Baca Juga:  Keterangan Saksi Kubu Jumhur Ditolak Jaksa

Dalam pleidoinya, Jumhur pun memasukan komentar Profesor Jimly Asshiddiqie dan membacakannya di persidangan. Profesor Jimly Asshiddiqie selaku mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang saat menjabat menghapus pasal-pasal karet di KUHP itu dengan nada geram menulis melalui akun Twitternya.

"Ditahan saja tidak pantas apapagi diborgol untuk kepentingan disebarluaskan sebagai pengayom warga polisi harusnya lebih bijaksana dalam menegakan keadilan dan kebenaran, carilah orang jahat, bukan orang salah atau sekadar salah," kata Jumhur menirukan komentar Profesor Jimly Asshiddiqie.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Selanjutnya, kata Jumhur, sejak 13 September 2020 hingga beberapa hari kemudian, tersiarlah kabar menghebohkan bahwa Jumhur Hidayat, Syahganda Naionggolan, dan Anton Permana ditangkap karena dianggap sebagai penggerak demonstrasi berujung ricuh, baik di Jakarta maupun seluruh Indonesia. Tak lama dalam pemberitaan itu dibumbui mereka semua tokoh KAMI.

"Sehingga jelas ini diframing bahwa KAMI sumber keonaran itu karenanya tokoh KAMI harus ada yang bertanggung jawab. Menyaksikan pemberitaan yang menghebohkan itu, tertegunlah saya karena sesungguhnya berita-berita hasil penjelasan dari Bareskrim Polri itu jauh panggang dari api atau imajinasi liar dari kepolisian, yaitu yang penting harus ada aktor intelektual atau kambing hitam dari kerusuhan tersebut," jelasnya.

Padahal, tambah Jumhur, semua orang menunggu sampai hari ini, siapakah sesungguhnya pelaku rusuh dan pembakaran saat terjadi demonstrasi berujung ricuh itu. Sebabnya, dari investigasi yang pernah dilakukan tim mata Najwa dan disiarkan melalui narasi TV penerima November 2020, pelaku itu hasil penyusupan sekelompok orang yang ingin merusak citra dari perjuangan mulia penolakan disahkannya Omnibus Law UU Ciptaker.

"Menyangsikan berita itu saya sungguh malu karena saya tidaklah yang sehebat dan seperkasa yang mereka bayangkan," papar Jumhur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini