Share

Saat Kolonel Latief Menghadap Mayjen Soeharto Jelang Subuh Berdarah

Mohammad Adrianto S, Okezone · Jum'at 01 Oktober 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 337 2479442 persamuhan-kolonel-latief-dengan-mayjen-soeharto-sebelum-subuh-berdarah-ycWe2nP0Fa.jpg Soeharto/ foto ist

JAKARTA - Peristiwa G30S PKI, merupakan salah satu bagian dari sejarah kelam dari Indonesia. Pada kejadian itu, sebanyak 6 jendral TNI tewas dibunuh oleh Resimen Tjakrabiwa yang dimotori oleh PKI pada 56 tahun silam yang lalu. Hanya Jenderal Abdul Haris Nasution yang berhasil menyelamatkan diri dari serangan tersebut.

(Baca juga: Akhir Tragis Perjalanan Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono di Tangan PKI)

Namun, dari daftar jenderal yang berniat untuk dihabisi, tidak terlihat nama Mayjen Soeharto, yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darar (Pangkostrad). Ini menimbulkan asumsi bahwa Soeharto diduga mengetahui peristiwa di Subuh berdarah tersebut.

Asumsi ini disampaikan oleh Kolonel Abdul Latief dalam bukunya yang berjudul Pledoi Kol. A. Latief: Soeharto terlibat G30S. Latief menceritakan dirinya sempat datang dan memberi tahu Soeharto sebelum malam 30 September 1965 mengenai rencana penculikan jenderal-jenderal tersebut.

(Baca juga: Sosok Letjen S Parman, Adik Petinggi PKI yang Jadi Korban Kebrutalan G30S)

"Pak, malam ini kami beberapa kompi pasukan akan bergerak untuk membawa para jenderal anggota Dewan (Revolusi) ke hadapan yang mulia presiden," kata Latief pada malam itu.

Mengutip dari buku Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya karya G. Dwipayana dan Ramadhan K.H., ternyata pada malam itu Soeharto sedang berada di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, mendampingi anak bungsunya, Hutomo Mandala Putra, atau biasa disapa Tommy Soeharto, karena ketumpahan sup panas.

"Tanggal 30 September 1965. Kira-kira pukul sembilan malam saya bersama istri saya berada di Rumah Sakit Gatot Subroto. Kami menengok anak kami. Tommy, yang masih berumur empat tahun dirawat di sana karena tersiram sup yang panas. Agak lama juga kami berada di sana, maklumlah menjaga anak yang menjadi kesayangan semua," dikutip dari buku tersebut.

Pernyataan ini didukung oleh Peneliti senior bidang Sejarah dan Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam. Menurut penelitian Asvi, fakta Soeharto sedang berada di RSPAD Gatot Subroto benar adanya.

“Dia (Soeharto) kan di rumah sakit, karena anaknya itu Tommy dirawat disitu karena ketumpahan sop apa gitu. Dan dia di rumah sakit didatangi oleh Latief. Kalau itu kan sudah jelas," papar Asvi saat berbincang dengan Okezone beberapa waktu lalu.

Kembali ke buku Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya, menunjukan bahwa Soeharto sempat pulang ke rumahnya. Soeharto pulang sekira pukul 00.15 WIB.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kira-kira pukul sepuluh malam saya sempat menyaksikan Kol Latief berjalan di depan zaal tempat tempat Tommy dirawat," beber Soeharto.

"Kira-kira pukul dua belas seperempat tengah malam saya disuruh oleh istri saya cepat pulang ke rumah di Jalan Haji Agus Salim karena ingat kepada Mamik, anak perempuan kami yang bungsu, yang baru setahun umurnya," imbuhnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini