Share

Ahli Virologi: 98% Kasus Covid-19 di Dunia Merupakan Varian Delta

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 30 September 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 337 2479291 ahli-virologi-98-kasus-covid-19-di-dunia-merupakan-varian-delta-er1wQqgnFk.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Ahli Virologi sekaligus Guru Besar Universitas Udayana, I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengungkapkan 98% virus Covid-19 yang bersirkulasi di dunia adalah dari varian Delta.

“Virus Delta yang sampai sekarang ini sangat dominan di dunia. Sekarang ini 98% virus yang bersirkulasi di dunia saat ini adalah varian Delta,” ungkap Mahardika dalam dialog secara virtual di Youtube BNPB, Kamis (30/9/2021).

Sementara itu, kata Mahardika, varian Mu yang justru lahir duluan daripada Delta saat ini hanya 1% saja yang bersirkulasi di dunia.

“Sedangkan sebetulnya varian Mu yang lahir lebih duluan dibandingkan dengan Delta yaitu hanya dibawah 1% yang bersirkulasi di dunia. Jadi persentasenya sangat rendah,” katanya.

Mahardikan pun mengatakan bahwa virus Covid-19 ini merupakan tipe virus RNA yang mudah berubah. “Kenapa mudah berubah? Karena dia mempunyai mesin fotocopy gennya yang bernama RNA polimerase yang di dalam sel kita tidak ada sel polimerase, dia harus mempunyai mesin sendiri error pro, jadi mudah sekali membuat kesalahan ya.”

“Kalau dilihat dari dibandingkan dengan virus RNA yang lain virus HIV, virus influenza misalnya, justru virus Corona ini lebih stabil dibandingkan dengan virus RNA yang lain, itu dulu. Jadi kita syukuri,” papar Mahardika.

Mahardika menjelaskan dalam 2 tahun virus Covid-19 telah berkembang di dunia namun perubahannya mutasinya lebih sedikit dibandingkan dengan jenis virus RNA lainnya. “2 tahun virus ini sudah mengalami dikenal dunia, itu jumlah asam amino yang berubah dalam protein spikenya hanya sampai 100, hanya sekitar 50-an bahkan kurang dibandingkan dengan asam amino penyusun spike. Jadi protein ini Kemudian ada beberapa virus ini kemudian menjadi varian,” ungkapnya.

“Varian virus ini tadinya dari Wuhan, kemudian ada Alpha yang muncul di Inggris, kemudian Beta yang di Afrika Selatan, kemudian di Delta di India, dan yang terakhir ada Mu yang katanya di Amerika Selatan,” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini